Pemuda berkulit bersih serta beralis tebal ini merupakan pemimpin tertinggi dalam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) IAIN Metro. Dialah Muhammad Munif Jazuli, anak sulung dari 2 bersaudara. Sejak 10 Januari 2020 lalu, status ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I) telah resmi diembannya.

Anak dari pasangan Ngadiono dan Siti Romlah ini merupakan mahasiswa rantau asal Kabupaten Tanggamus. Semenjak Menempuh pendidikan menengah atas, ia mulai hijrah ke Lampung Tengah. Mulai saat itulah, Munif aktif berkecimpung dalam kegiatan ekstrakulikuler Pramuka.

Kini Munif telah menginjak semester VI di Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah. Jl. Soekarno-Hatta, 16c Mulyojati menjadi tempat berteduhnya selama menempuh ilmu di kota Pendidikan ini. Pria kelahiran Ngarip, 29 Mei 1999 ini tetap aktif berorganisasi hingga di bangku kuliah. Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) HTN, serta Senat Mahasiswa Fakultas (Sema F) Syariah menjadi organisasi pilihannya.

Menurutnya, berorganisasi bagaikan sedang mengayuh kapal yang besar, dimana pelabuhan kesuksesan dan kesejahteraan berada diujung proses.

Ia juga mengatakan, selain kuliah, niatnya bukan hanya belajar, belajar, dan belajar, bukan juga sekadar mengejar IPK, tetapi berkah dari dosen dan guru juga harus diperhatikan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak aktif berorganisasi.

Keduanya merupakan 2 hal yang saling mengisi dan saling ditunaikan. Kuliah sebagai wacana untuk membangun teori, juga metodologi, sedangkan organisasi untuk media mengimplementasikannya.

Sebagai seorang mahasiswa yang aktif berkecimpung didunia Ormawa, Munif juga sangat tertantang akan hal baru dan ilmu baru. Hal tersebut, membuat dirinya termotivasi untuk menjadi seorang pemimpin Ormawa.

“Bagaimana cara memimpin atau berorganisasi dapat menerapkan prinsip konsep beribadah?” ujarnya. Baginya, menjadi seorang pemimpin merupakan proses untuk belajar menerapkan segala kegiatan yang merupakan buah dari beribadah.

“Saya pernah membaca Al-Qur’an surat Al-Baqarah, dikatakan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi seorang khalifah di muka bumi ini. Selain itu, saya juga membaca ayat yang mengatakan tidak lain dan tidak bukan manusia itu diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Saya sedang berusaha menjadi pemimpin yang dikatakan di Al-Qur’an itu. Meskipun belum maksimal, saya akan berusaha dan belajar,” tutur Munif.

Pria bermata sipit ini berharap, semoga kinerja Dema-I dapat merubah paradigma berfikir. Tak sekedar melaksanakan kegiatan, tetapi juga menggunakan cara berfikir paradigma kritis transformatif dan partisipan progresif.

Demi mewujudkan perkembangan kapasitas anggota organisasi, menjadi wadah aspirasi mahasiswa kampus, “Dan mewujudkan desa binaan yang dikelola secara mandiri dan kolektif oleh Ormawa IAIN Metro,” imbuh Munif.

(Desain/Rani)

(Penulis/Atika)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0