Haris Setiaji: Berkas Keringanan UKT Tidak Terbaca Karena Link Google Drive Diprivat

Keringanan UKT (Uang Kuliah Tunggal) IAIN Metro semester ganjil Tahun Akademik (TA) 2020–2021 telah diumumkan pada 20 Juni lalu. Sejumlah 897 mahasiswa yang mengajukan permohonan keringanan UKT tidak sepenuhnya diterima, sebanyak 777 mahasiswa yang terverifikasi diterima.

 

Salah satu mahasiswa yang mengajukan keringanan UKT, Rahmat Topik, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI’17), mengungkapkan, menurunnya pendapatan orang tua yang berdagang di masa pandemi, membuatnya untuk mengajukan permohonan keringanan UKT.

 

Awalnya ia merasa bingung dengan berkas yang dikirimkan tidak terbaca, kemudian ia bertanya ke admin akun instagram IAIN Metro, tapi ia merasa belum jelas dengan jawaban yang diberikan, “Kemarin tanggal 21 Juli ada notifikasi dari Gmail itu, mungkin dari pihak kampus udah memeriksa berkasnya, soalnya kalo mau liat berkas itu harus minta persetujuan bagikan (membuka privat berkas) dari Gmail gitu,” ujarnya.

 

Setelah ia membuka akses tersebut, berkas Rahmat sudah terverifikasi. Rahmat juga menyampaikan, “Seharusnya  persyaratan permohonan UKT dipermudah dan tidak memberikan beban biaya seperti Photocopy berkas dan Materai karena bisa memberatkan mahasiswa,” kata Rahmat.

 

Hal serupa juga dialami Rimaya Shofa, Tadris Bologi’19. Orangtuanya yang berprofesi sebagai petani mengalami penurunan penghasilan yang sangat drastis. Karena tidak bisa lagi bekerja serabutan dan harga jual hasil panen yang murah tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

 

Berkas Rimaya bisa terverifikasi, tapi sebelumnya ia sempat mengalami penolakan berkas karena berkas tidak terbaca, “Paginya aku langsung chat dosen, kebetulan dosennya baik banget dan langsung nyuruh aku ngirim berkasnya ke WhatsApp. Beliau juga menyampaikan bahwa berkas yang ditolak masih bisa diproses sama pihak kampus selagi nomor yang tercantum di sismik bisa dihubungi,” jelasnya.

 

Rimaya berharap, ke depannya terkait info-info akademik seperti ini bisa ditingkatkan kembali, khususnya dari pihak fakultas bisa lebih meningkatkan informasi seperti informasi Bidikmisi. Karena banyak yang kekurangan informasi cara pendaftaran dan berbagai  persyaratannya.

 

Menanggapi hal tersebut, Haris Setiaji, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Administrasi Akademik, menjelaskan, berkas mahasiswa yang tidak diterima karena datanya tidak terbaca, “Berkas mahasiswa yang tidak terbaca ini disebabkan karena link Google Drive ketika dikirimkan tidak dipublikkan atau diprivat,” kata Dia, Rabu (22/07).

 

Haris mengungkapkan, pihak akademik telah menghubungi ulang melalui telepon bagi mahasiswa yang datanya tidak terbaca untuk membuka akses Google Drive dari privat ke publik agar dapat terbaca, “Kami menghubungi lewat nomor yang ada di sismik, kadang nomornya gak valid juga,” ujarnya kepada Kronika via WhatsApp.

 

Mahasiswa penerima keringanan UKT akan terus bertambah jika data mahasiswa yang tidak terbaca tersebut dapat dihubungi oleh pihak akademik, “Data sore ini masih ada 74 yang datanya belum bisa terbaca, dan kami masih berusaha untuk menghubungi mahasiswa untuk membuka aksesnya,” tambah Haris.

 

“Jika data Google Drive mahasiswa sudah dibuka dalam bentuk publik dan ternyata datanya kosong, maka pengajuan mahasiswa tersebut akan ditolak, tapi nanti akan ada keterangan yang berbeda pada mahasiswa,” kata Dia.

 

Setelah data keringan UKT sudah diterima, mahasiswa bisa langsung membayar dan nantinya di briva tagihan akan berkurang. Haris juga berpesan, kedepannya yang berkaitan dengan sistem, mahasiswa diharapkan untuk membaca dengan cermat petunjuk dalam pengisiannya, mengikuti tata cara, dan jangan menyepelekan.

 

“Khusus yang ditolak karena berkas tidak terbaca, coba dicek permohonannya lihat kembali link nya benar atau salah, jika benar coba dicek apakah sudah di publik drivenya. Seandainya salah, ya sudah tidak bisa lagi disampaikan link yang benarnya,” tegasnya.

 

Diakhir wawancara, Haris menambahkan, di bagian Akademik dan Kemahasiswaan, serta Rektor, semua layanan surat menyurat online melalui sismik. Paling lambat 1×24 jam kerja, surat bisa keluar dan dicetak sendiri melalui sismik atau kirim melalui Helpdeks Telegram, “Tidak usah datang ke kantor, cukup di rumah saja. Laman Helpdeks Telegram kami adalah t.me/helpdeskadmakademik,” pungkasnya.

(Reporter/Hesti/Maya)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0