Jurnalistik Investigasi, Ira Rachmawati: Tidak Ada Berita Seharga Nyawa

Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-P) Binary Fakultas Ilmu Komputer Universitas Negeri Jember (UNEJ) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL), bertajuk Jurnalistik Investigasi: Fakta, Investigasi Kebenaran Tersembunyi, dilaksanakan via Zoom Meeting, Sabtu (13-11-2021).

 

Turut hadir Nova Ilmida, Pembina UKM-P Binary, Iraa Rachmawati, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember selaku Pemateri, serta kurang lebih 70 peserta dari berbagai LPM yang ada di Indonesia. PJTLN yang dilaksanakan selama dua hari ini, bertujuan untuk memberikan wawasan tentang jurnalistik, khususnya jurnalistik investigasi.

 

Nova ilmida, dalam sambutannya berpesan, peserta harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan dapat mengikuti acara dari awal hingga akhir.

 

“Supaya tercapai target yang teman-teman inginkan, serta meningkatkan softskill jurnalistiknya. Maka diharapkan untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin,” jelasnya.

 

Ira Rachmawati, dalam materinya menjelaskan, jurnalistik merupakan suatu proses kegiatan yang dimulai dengan merencanakan, mencari, menulis, dan memublikasikan informasi kepada masyarakat secara kontinu. Mendapatkan berita, reportase di tempat terjadinya peristiwa, melakukan wawancara, dan mencari data dari internet dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Mengenai langkah-langkah liputan investigasi, Ira menjelaskan perlunya merencanakan liputan investigasi, menembus sumber berita, dan memeriksa temuan. Tak lupa, ia meningatkan teknik analisa data, keamanan, dan keselamatan investigasi. Selanjutnya baru menulis laporan investigasi.  “Karena tidak ada berita seharga nyawa,” ujarnya.

 

Ira berpesan jangan mudah melakukan klaim sebelum verifikasi. Kekeliruan bukan hanya membawa jurnalis ke meja hukum, tetapi juga bisa merusak kredibilitas media. Bahan berita yang diperoleh harus dari kejadian atau peristiwa yang mempunyai nilai tinggi, tetapi jangan sampai isu tersebut diracuni dengan opini diri sendiri.

 

“Untuk mendapatkan berita yang bagus, data harus diperoleh dari bahan-bahan yang serba prima,” tegasnya.

 

Tanggapan baik datang dari Dewi Maya, peserta asal Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Tinta Politeknik Negeri Banyuwangi. Menurutnya acara tersebut sukses dalam memilih pemateri. “Selain itu tidak ada keterlambatan waktu. Jadi salut dengan panitianya yang cukup prepare acara ini dengan baik,” tambahnya.

 

Efendi, peserta asal LPM AlFIKR Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa acara PJTL ini sangat mengesankan. Menurutnya tema yang diangkat sangat menarik, “Tentang Investigasi yang mana sangat relevan temanya bagi pers mahasiswa,” ujarnya.

 

Ia berharap, ilmu yang diperolehnya dapat diimplementasikan di lapangan, dan bisa membagikannya kepada adik tingkat yang tergabung di LPM. “Tindak lanjut dari materi mungkin sangat diperlukan karena sesuatu yang disampaikan penyaji lebih kepada teknis,” harapnya.

 

(Reporter/Nurul/Rizki)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0