Sinergi Melawan Radikalisme dan Terorisme, IAIN Metro akan Gelar FGD dan Selawat Kebangsaan

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro menyelenggarakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Selawat Kebangsaan. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) IAIN Metro, Senin (23-5-2022).

 

Acara yang mengusung tema Peneguhan Moderasi Beragama dalam Sinergi Melawan Radikalisme dan Terorisme untuk menjaga NKRI ini tidak hanya diikuti oleh sivitas akademika IAIN Metro saja. Namun, berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.

 

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Siti Nurjanah, Rektor IAIN Metro, Mahrus As’ad, Wakil Rektor III, Jazim Ahmad, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Ahmad Nurwahid, Brigadir Jenderal Polisi Direktur Pencegahan Terorisme dan Radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

 

Acara ini sebagai sarana menyerap aspirasi dari forum rektor terkait upaya pencegahan terorisme dan radikalisme di Indonesia. Saat ini, pencegahan terhadap hal tersebut mengalami kebuntuan akibat Undang-undang (UU) tentang terorisme dan radikalisme yang tidak mengatur secara rinci mengenai sanksinya.

 

Muhammad Muslih, Koordinator dalam rapat, mengungkapkan alasan memilih forum rektor sebagai tempat untuk melakukan langkah perubahan. Menurutnya, forum rektor merupakan kelompok akademisi negeri yang secara komprehensif memiliki keilmuan yang linier.

 

FGD Rektor direncanakan akan berlangsung pada tanggal 7 Juni 2022 mendatang secara luring. ”Ya kita berharap dari situlah kemudian lahir konsep-konsep, gerakan-gerakan untuk memerangi paham radikalisme, ” ungkapnya saat diwawancarai Kronika, Senin (23-5-2022).

 

Selain FGD Rektor, kegiatan-kegiatan lain juga dilakukan seperti FGD Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan FGD Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM). Acara tersebut juga direncanakan akan berlangsung secara luring di IAIN Metro pada tanggal 6 Juni 2022 mendatang.

 

“Mudah-mudahan kita tidak terkendala terkait situasi dan kondisi. Karena itukan kondisional, tapi konsep hari ini kita luring,” ujar Muslih.

 

Menurut Muslih, Upaya ini dilakukan karena bisa saja pemahaman-pemahaman radikalisme sudah tertanam sejak dini atau pendidikan dasar dan menengah. “Maka seperti apa yang terjadi itu yang akan kita serap melalui kepala-kepala sekolah namun hanya perwakilan saja,” tambahnya.

 

Selain FGD, juga terdapat acara selawat kebangsaan. Hal ini dilakukan karena saat ini selawat merupakan tren yang terus berkembang di tengah-tengah generasi milenial. Dengan diadakannya selawat kebangsaan, diharapkan nantinya dapat meningkatkan kecintaan anak-anak muda kepada bangsa dan negara.

 

Poin penting mengadakan selawat kebangsaan, menurut Muslih, adalah keberkahan selawat itu sendiri. Artinya, dalam berselawat kita mengharapkan syafaat Nabi Muhammad saw. dan memberikan pemahaman yang positif kepada generasi milenial.

 

Pada acara selawat kebangsaan ini nantinya akan di isi oleh Habib Ali Zainal Abidin, pimpinan Majelis Selawat Az-zahi. “Aura mahabah selawat hari ini cukup besar di negeri kita ini, nah dengan selawat kita bisa transfer pemahaman yang positif kepada generasi milenial,” jelas Muslih.

 

Terkait pelaksanaan selawat kebangsaan tidak ada pembatasan peserta, karena menurutnya selagi Allah meridhai, maka panitia tidak bisa melakukan pembatasan. Muslih berharap agar nantinya acara selawat ini menjadi acara yang sukses, membawa manfaat, dan mendatangkan berkah.

 

Sementara itu, Siti Nurjanah mengungkapkan bahwa panitia pelaksana di acara rapat koordinasi ini sudah hadir kurang lebih 80% dari total seluruh panitia. Hal ini menunjukkan keseriusan dukungan yang amat besar dari panitia. Ia berharap acara ini dapat menjadi acara yang sukses, membawa berkah dan dapat meningkatkan branding IAIN Metro.

 

Tanggapan positif datang dari Nurul Mahmudah selaku panitia acara. Menurutnya kegiatan ini mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu pengaruh keutamaan moderasi beragama.

 

“Sangat penting untuk sivitas akademika, khususnya, dan masyarakat sekitarnya. Apalagi prosesnya ini bakal melahirkan kegiatan-kegiatan yang mendukung moderasi beragama jadi menurut saya ini sangat bagus,” ujarnya.

 

Ia pun berharap, kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan tidak lupa dilakukan follow up agar ke depannya bisa melaksanakan dengan sistem yang lebih baik.

 

(Reporter/Azis/Utami)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0