Press ESC to close

Tunaikan Sema Aksi, LPM Dinamika Bahas Dunia Kepenulisan dan Jurnalistik

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (SU) mengadakan Seminar Divisi Redaksi (Sema Aksi), bertajuk Kepenulisan dan Kejurnalistikan, dilaksanakan melalui virtual Zoom Meeting, Ahad (21-11-2021).

 

Menggandeng Abul Muamar, Redaktur Indozone.id, Prayugo Utomo, Reporter IDN Times, Nurul Fauziah, Momblogger, dan Darmawati Majid, Penulis. Sema Aksi dihadiri oleh Pemimpin Redaksi LPM Dinamika UIN Sumut, Muhammad Alvridho Prayoga, Pemimpin Umum LPM Dinamika UIN Sumut, Asep Muhammad Sobirin, serta 86 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Muhammad Alvridho Prayoga dalam sambutannya mengatakan, Sema Aksi merupakan program kerja divisi redaksi LPM Dinamika UIN Sumut. Baginya, kepenulisan dan kejurnalistikan merupakan dua hal yang berbeda, tetapi sama. Jika kejurnalistikan menyangkut fakta, maka kepenulisan menyangkut tulisan. Ia juga menambahkan, bahwa menulis adalah bekerja menuju keabadian.

 

Sedangkan, menurut Asep, kepenulisan dan mahasiswa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Mahasiswa selalu dituntut untuk bisa menulis. Menulis makalah, esai, tugas, bahkan sebelum wisuda ada yang namanya skripsi.  Ia menyebutkan, jika dengan foto kita bisa menggambarkan peristiwa. Maka dengan tulisan kita bisa menceritakan peristiwa secara detail dan rinci.

Baca Juga:  Demi Ruang dan Hidupkan Kampus, FTIK dan FUAD Bertukar Tempat

 

Melalui Sema Aksi, Asep berharap peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan mulai mencintai dan mencoba menulis.

 

Jurnalistik disebutkan oleh Muamar, Pemateri, dalam dunia kekinian lebih mengarah ke media daring. Meskipun masih ada yang berbentuk cetak, radio, dan televisi. Menurutnya, menyajikan berita yang bermutu merupakan sebuah tantangan. “Masyarakat kita ini begini, semakin bermutu dan semakin berbobot isi berita, semakin sedikit pembacanya. Tapi, semakin receh berita, malah semakin banyak yang baca,” ujarnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa seorang wartawan pasti pernah mendapatkan ancaman. Wartawan yang hidupnya tenang-tenang saja, maka perlu dipertanyakan, “Karena wartawan yang hidupnya anteng-anteng aja perlu dipertanyakan. Apa jangan-jangan dia angkat berita wangi, maksudnya berita yang isinya amplop,” ujarnya.

 

Antusias datang dari salah satu peserta, Pinta Riski Barokah, mahasiswa Pendidikan Matematika asal UIN SU. Menurutnya, Seminar seperti ini bagus untuk diikuti oleh orang yang menyukai dunia jurnalis dan menulis. “Semoga acara berjalan lancar hingga Ahir, dan bisa menyelenggarakan kegiatan bermanfaat selanjutnya,” tutupnya di akhir sesi wawancara.

 

(Reporter/Fika)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!