Yudisium FTIK, Siti Nurjanah Harapkan Alumni Menjadi Pelopor Pendidikan di Masyarakat

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, melaksanakan Yudisium Periode I di Gedung Serbaguna (GSG) IAIN Metro, Selasa (2-8-2022).

 

Turut hadir Rektor IAIN Metro, Siti Nurjanah, Ketua Senat, Suhairi, Dekan FTIK, Zuhairi, Wakil Dekan I FTIK, Yudianto, Wadek II, Isti Fatonah, Wadek III, Kuryani, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Mat Jalil, Dekan Fakultas Usluhuddin Adab dan Dakwah (FUAD), Akla, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Timur sekaligus alumni IAIN Metro, Ahmad Basuki, dan 538 peserta yudisium.

 

Kegiatan yudisium kali ini mengangkat tema Wujudkan Generasi Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing. Jumlah peserta yudisium FTIK ini menjadi jumlah terbanyak dalam yudisium yang dilaksanakan oleh IAIN Metro periode ini.

 

 

Terdapat tiga predikat prestasi yang diberikan kepada calon wisudawan, yakni lulusan terbaik diraih oleh Abdul Hanif program studi (prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI’18), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Selanjutnya, lulusan tercepat diraih oleh Dian Putri Hanifah, prodi Pendidikan Agama Islam (PAI’18), dengan masa studi 3 tahun 3 bulan 25 hari. Terakhir, peserta termuda diraih oleh Zayna (PAI’18), dengan usia 20 tahun 10 bulan 20 hari.

 

Zuhairi, dalam sambutannya mengatakan, yudisium merupakan agenda penting bagi sarjana. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium karena telah menyelesaikan studinya. Ia berharap, ilmu yang diperoleh calon wisudawan dapat menjadi berkah.

 

Selain itu, Zuhairi juga berpesan, setelah menjadi alumni bisa menjadi imam intelektual dan tidak meninggalkan kekuatan kebaikan. Peserta yudisium agar dapat melanjutkan studi Strata-2 (S-2) dan mengembangkan ilmu pengetahuan juga menjadi harapannya. “Tetap semangat dalam melanjutkan studi S-2 dan kembangkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Siti Nurjanah juga berharap, mahasiswa alumni FTIK harus mampu menjadi pelopor pendidikan bagi masyarakat. “Anda dikenal sebagai alumni IAIN Metro, tantangan yang anda hadapi yakni anda diminta untuk menyampaikan ilmu-ilmu agama dan terus dikembangkan sehingga membawa almameter IAIN Metro ini dikenal oleh masyarakat,” pesannya.

 

Abdul Hanif (PGMI’18) selaku lulusan berprestasi merasa sangat senang dan bangga. Ia tidak menyangka mendapatkan predikat lulusan terbaik di yudisium kali ini. “Ini adalah hasil dari usaha saya selama ini yang dengan berdoa, meminta restu kepada orang tua dan yang paling utama adalah doa orang tua,” ujarnya.

 

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang lain bahwa prestasi bukan soal eksistensi. Menurutnya, prestasi bisa diraih ketika seseorang giat belajar, tidak malas, dan selalu berdoa.

 

Sama halnya Dian Putri Hanifah (PAI’18), bahagia dan bangga juga ia ungkapkan. Ia dapat menyelesaikan masa studi sesuai dengan targetnya. Ia berharap, setelah lulus ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan berkah bagi orang lain.

 

(Reporter/Bela/Viki)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0