Press ESC to close

Suara Rindu

Rasa gelisah kembali menyelimuti
Di kala pandemi yang juga tak urung berhenti
Rasa rindu yang belum sempat terobati
Kini malah kian menjadi-jadi

Dalam sebuah perjuangan aku hanya bisa menahan
Semua kata yang tak sempat terucapkan
Kepada Tuhan ku titipkan pesan
Jaga orang tua ku di kampung halaman

Mulut ku menganga
Mataku tak hentinya terbuka
Saat melihat pemberitaan di mana-mana
Ternyata pemerintah menutup akses kita
Untuk dapat berjumpa dengan mereka

Mama, Bapaak, Aku rindu!
Rindu dengan kebersamaan kita dulu
Rindu di saat aku menjabat tangan mu
Dan bersimpuh dipangkuan mu
sembari mengucap maaf di Hari Raya itu

Baca Juga:  Darurat Sipil VS Karantina Wilayah, Mana yang Lebih Efektif?

Dengan alasan kesehatan akhirnya ku urungkan
Sebuah niat yang sudah ku bulatkan
Walau hati ini merasa tak terima dengan keputusan
Apalah daya seorang hidup di perantauan

(Penulis/Syarif Hidayatullah)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!