
Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) terus mendorong penguatan daya saing global melalui internasionalisasi pendidikan. Upaya ini dilakukan dengan membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam kegiatan akademik internasional, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Melalui berbagai program internasional dan kehadiran mahasiswa asing, UIN Jusila berupaya membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan multikultural. Langkah ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan wawasan global, kompetensi internasional, serta kesiapan berkontribusi di tingkat regional maupun internasional.
Penguatan Kerja Sama Internasional
Ketua Pengelola Hubungan Internasional, Ahmad Madkur, menjelaskan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan kampus di tingkat global.
“Benar. Jadi, perguruan tinggi kita itu ingin memberikan manfaat nggak cuma di bidang lokal, nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan bahwa internasionalisasi juga merupakan amanah bagi kampus di bawah naungan Kemenag. “Dan itu juga sudah jadi amanah kepada kampus Kemenag untuk mengenalkan program pendidikannya ke pemuda di luar negeri,” tegasnya.
Sebagai bentuk implementasi, UIN Jusila memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai institusi dan organisasi luar negeri.
Kerja sama ini sekaligus menjadi sarana pengenalan fakultas-fakultas yang ada di kampus. “Kita ada MoU mahasiswa luar negara. Pertama kita ada dari institusi di Yordania. Kita cari talent, terus kita kenali semua fakultas yang ada di kampus, dan mahasiswa tersebut yang memilih,” terangnya.
Hingga saat ini, Malaysia menjadi negara dengan mitra kerja sama terbanyak, disusul Brunei Darussalam dan Thailand. Kerja sama juga terjalin dengan negara-negara Timur Tengah seperti Iran, Palestina dan Mesir, serta diperluas ke Amerika Serikat dan Suriname.
“Untuk MoU kita ada belasan negara, tapi paling banyak negara Malaysia dan beberapa negara lain. Kalau mau lebih banyak negara, kita harus step by step, karena kampus kita tergolong belum sebesar universitas lain,” ujarnya.
Mahasiswa Asing sebagai Wujud Internasionalisasi
Sebagai bagian dari implementasi internasionalisasi, UIN Jusila telah menerima empat mahasiswa asing asal Sudan dan Nigeria pada tahun angkatan 2024 dan 2025. Mahasiswa yang telah tiba di Indonesia difasilitasi dengan Izin Tinggal Terbatas (ITAS). Mahasiswa laki-laki tinggal di asrama Ma’had Al-Jami’ah, sementara mahasiswa perempuan tinggal di pondok mitra kampus.
“Untuk batas usia ketentuan dari Kemenag maksimal masuk 23 tahun untuk mahasiswa asing. Saat ini kita baru punya dua: dari Nigeria dan Sudan,” jelasnya.
Penerimaan mahasiswa internasional dilakukan melalui jalur seleksi mandiri, yang meliputi pemeriksaan dokumen, wawancara, serta verifikasi latar belakang pendidikan. “Sejauh ini ikut jalur mandiri. Dites dan lebih fokus ke interviu, jadi mengetahui latar belakangnya,” ungkapnya.
Mahasiswa asing tersebut adalah Ibrahim Saed Ahmed Ibrahim dan Aisha Osama Abdalgader Balla dari Sudan, serta Sambo Hamisu Hammanga dan Naziru Abubakar Umar dari Nigeria. Hingga saat ini, Naziru Abubakar Umar belum memiliki ITAS karena belum tiba di Indonesia. Seluruh mahasiswa asing berada di bawah penjaminan Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Aria Septi Anggraini.
Fasilitasi Administrasi dan Program Lanjutan
Selain proses seleksi, kampus juga memfasilitasi pengurusan administrasi mahasiswa internasional, meliputi visa, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), serta pelaporan ke instansi terkait.
“Biasanya saya cover visa, kemudian KITAS atau izin tinggal terbatas yang harus diperpanjang setiap tahun, itu kampus yang tanggung,” tuturnya.
Tidak hanya pertukaran mahasiswa, UIN Jusila juga mengembangkan program internasional lanjutan berbasis MoU, seperti penelitian kolaboratif, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan magang internasional.
“Kita memperkuat bidang penelitian juga. KKN kita ambil empat perwakilan setiap fakultas untuk KKN,” tutupnya.
Tanggapan Mahasiswa Terkait Program Internasional
Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam program internasional tersebut, Aisha Osama Abdalgader Balla, mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (Hesy’25) asal Sudan, menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program internasional ini menjadi titik balik dalam perjalanan pendidikannya.
“Saya melihat bahwa universitas ini sangat peduli terhadap pendidikan. Sebelumnya saya menempuh studi di Sudan. Namun, karena konflik, pendidikan saya terhenti. Sekarang saya sangat bahagia dengan pilihan ini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Aisah berharap keikutsertaannya dalam program internasional tersebut dapat membantunya memperluas wawasan, mengenal keberagaman budaya yang ada di Indonesia, serta menjalin persahabatan lintas negara.
“Saya juga berharap dapat membangun persahabatan yang melampaui batas negara dan pengalaman ini bisa menginspirasi orang lain untuk terus mengejar pendidikan serta meraih impian mereka,” harapnya.
Tanggapan lain juga disampaikan oleh Fenyta Avrillia Putri, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI’23). Ia menilai program internasional menjadi peluang strategis bagi kampus dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan memiliki daya saing global di tingkat universitas.
“Menurut saya, program internasional merupakan langkah progresif bagi UIN Jusila untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global,” ungkapnya.
Fenyta berharap program tersebut dapat diakses lebih luas oleh seluruh mahasiswa, khususnya melalui pemerataan informasi dan keterbukaan kesempatan beasiswa. “Saya berharap akses informasi dan beasiswa makin terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa,” harapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan pembimbingan bahasa sebagai bekal kesiapan mahasiswa. “Pendampingan bahasa yang lebih intensif sangat dibutuhkan agar lebih banyak mahasiswa berani mengikuti program ini,” tekannya.
Reporter: Nerisa/Azizah
Tinggalkan Balasan