Press ESC to close

Sebuah Persimpangan

sebuah-persimpangan

Berjalanlah pada jalanmu

Biarkan aku melangkah di atas jalanku

Terompah ini diam termangu membisu

Hingga derap tak lagi bersuara merdu

Gerak kaki yang semakin berjauhan

Bahkan sempat sirna dari pandangan

Bukan membatu pada ego dan kepribadian

Hanya sekedar seni memantaskan diri

Agar kita berhak hidup bersama

Biarlah waktu menjawabnya

Sampai Tuhan benar-benar mempertemukan kita

Seperti pertemuan senja dan petang

Dan saat itu langkah kita saling bersinggungan

Merapal doa

Mekar bunga mewangi dari kuncup agama

Baca Juga:  Kecil, Lengket Sejuta Manfaat

Dengan kau yang menjadi dirimu

Dan aku menjadi diriku

Menapak dalam satu jalan yang sama

Jalan menuju Surga-Nya

(Wahid/FLP Kota Metro)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!