Press ESC to close

PADA UJUNG SENJA

blank
***
“Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa”Ucapku dengan lembut kepada seorang lelaki berperawakan tinggi dan berkulit sawo matang yang menyatakan cintanya padaku.
Kulihat ia menghela nafas dan tersenyum tipis sebelum akhirnya berlalu dari hadapanku.Aku memandangi punggungnya yang semakin jauh dari pandanganku.Entah sudah yang kesekian kali aku menolak semua lelaki yang menyatakan cintanya padaku.Di usiaku yang menginjak kepala dua ini tentunya adalah usia yang pantas untuk mencari pasangan hidup.Tetapi, tidak dengan ku.Aku belum mempunyai keinginan untuk mempunyai kekasih,Disaat teman temanku bahagia karena pasangannya, aku tetap sibuk dengan semua kesibukan kuliah ku. Ku tepis semua sindiran yang mereka lontarkan padaku.Mereka tidak akan mengerti alasanku, dan aku tidak bisa menceritakan alasanku kepada mereka, kebanyakan orang hanya ingin tahu, bukan peduli, dan mereka akan pergi setelah puas mengetahui apa yang mereka inginkan.Ku sandarkan tubuhku ke sudut dinding, membiarkannya jatuh perlahan.Tanganku mengepal dan menempelkannya ke dada.
“sakit..” desisku.Airmata ku menetes, isakku meledak tanpa bisa kutahan.Ku raih selembar foto yang ku selipkan dalam map yang selalu ku bawa kemanapun,
“Mereka jahat, aku tidak tahan lagi dengan semua ini. Aku tidak mau sendirian. Kenapa kau harus pergi!”Aku berteriak tanpa memperdulikan orang orang disekitarku yang menatap seolah olah aku adalah wanita gila.
***
**Bersambung**

Baca Juga:  Rajutan Asa Malaikat Tak Bersayap

Penulis : Bunga Puspita Sari

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!