Press ESC to close

Tersulut Sendiri

Corak bergaris di dahan manggis
Meringkas bengis cahaya mentari pagi
Di ujung waktu bedandan menarik awan
Gelap, nan pekat
Sedingin dinding besi berpeluk angin malam
Sendiri di pelupuk bumi, siapa?
Bertanya pada angkasa yang cidera
Tak berbekas luka juga darah tercucur
Hanya saja perihnya terlihat jelas dari
Wajah suram tak bercahaya
Selama apa bergabung berapi-api
Tak terbalas sulutannya hanya sendiri
Terbakar bara tersayat luka
Tajamnya rasa tanpa arah tujuan
T’lah lepas tak terbalas
Biar saja malam bersua dengan waktu
Dan lagi….

Baca Juga:  Musti XX Kronika Bidik Pemimpin Loyalis dan Inventif

Penulis : Siti Zainatul Mar’ah/ Tbi

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!