Press ESC to close

Embung Klandestin

Tertabal malam tanpa rembulan
Rumitnya benang ambarile menguntai
Nada sunyi bertabur bintang di kegelapan
Kau perlu aposterioriku wahai tuan

Bari yang kau tumpangi
Menyebrang dan berbeka kepada arah
Berlantasan hingga tepi haluan
Kau, embung klandestin membingungkan

Kromatis malam tak seindah senja
Lanjaran mejana rindu
Melemping tetesan kukuh mengikis
Menganggar masa kementakan rasa

Arkais kisah berjalan magis
Rasa malam telah bangsai
Remak menanti
Embung masih abstain kaburkan kentara

Oleh : Mey

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!