Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro mengadakan kegiatan Nongkrong Literasi (Nongki) dengan tema “Kolaborasi untuk Gerakan Literasi Negeri”. Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 hingga pukul 10.00 WIB, bertempat di Taman Merdeka Kota Metro pada Minggu (4/1/2026).
Acara tersebut digelar untuk mengembangkan minat baca masyarakat, menumbuhkan budaya literasi, serta mendukung kreativitas melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas elemen masyarakat agar gerakan literasi dapat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang, terutama di Kota Metro.
Nongki merupakan acara rutin bulanan hasil dari program kerja Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Metro. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap satu bulan sekali dan telah berjalan selama lima bulan.

Pertama kali diselenggarakan pada September 2025, kegiatan Nongki terus berlanjut hingga Januari 2026. Program ini menjadi wadah interaksi, diskusi, dan penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, sekaligus upaya Perpusda Kota Metro untuk menghadirkan ruang baca yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Untuk menyukseskan acara Nongki tersebut, kegiatan ini berkolaborasi dengan tujuh lembaga terkait, seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Dispusarda Kota Metro, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kota Metro, Penerbit Laduny, Komunitas Griya Baca, dan Forum Taman Pendidikan Masyarakat (TPM).
Kegiatan Nongki diawali dengan berbagai aktivitas kreatif, seperti pameran buku, mewarnai, dan membatik. Kemudian dilanjutkan dengan membaca senyap, mendongeng, serta pembacaan puisi.
Acara puncak berupa seminar literasi yang menghadirkan tiga pemateri, yakni Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Arif Rahman Aththibby, Koordinator Relima Kota Metro Agus Riyanto, serta Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Metro Joni Wuryanto.
Seminar tersebut membahas pentingnya membangun literasi sejak usia dini, perkembangan gerakan literasi di Kota Metro, serta perlunya aksi nyata dan kolaborasi berbagai komunitas untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.

Farida selaku Kepala Dispusarda Kota Metro menegaskan, bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan tentu membutuhkan pendanaan. Pendanaan tersebut dapat bersumber dari sumbangsih setiap lembaga atau komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Inisiatif Perpusda, juga kawan-kawan yang membuat kegiatan terkait literasi, dan kali ini yang mendanai adalah dari komunitas Penerbit Laduny,” tegasnya.
Ia juga menerapkan sistem kegiatan dengan penanggung jawab (PJ) yang berbeda setiap bulan dan telah diatur sedemikian rupa sebelum acara digelar.
“Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, telah diadakan rapat besar terkait PJ dan penjadwalan kegiatan. Jadi, seluruh pihak sudah dipersiapkan agar acara berjalan dengan baik,” terangnya.
Farida juga berpendapat bahwa acara Nongki ini berjalan dengan sangat baik karena mampu menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya. “Keren sekali acara ini, narasumber yang hadir pun tidak sembarangan,” tegasnya.
Ia berharap budaya literasi tetap terjaga di tengah masyarakat, mengingat literasi telah dikenalkan sejak usia dini, terlebih melalui kegiatan Nongki. Ia juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk terus mengikuti kegiatan Nongki pada bulan-bulan berikutnya.
“Harapannya, literasi tidak mati di masyarakat. Literasi sudah hadir sejak kita masih anak-anak dan ke depannya bisa semakin maju, berkembang, serta masyarakat dapat terus mengikuti acara ini,” ujarnya.
Tanggapan positif datang dari Dhita Septiana, salah satu peserta acara. Ia berpendapat bahwa acara Nongki tersebut memberikan pengalaman seru bagi pengunjung Taman Kota Metro, karena rangkaian acaranya yang tersusun rapi dan menarik.
“Nongki kegiatan yang sangat bagus, karena memberikan pengalaman bagi pengunjung Taman Kota Metro, seperti membatik, mendongeng, mewarnai, merangkai manik-manik, membaca buku, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan ke depannya berkembang secara lebih maksimal. “Semoga kegiatan ini dapat rutin diadakan dan ke depannya acara Nongki bisa berkembang menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Tanggapan juga datang dari peserta lain, Nur Aini. Ia menilai acara Nongki mampu menambah pengetahuan dan wawasan peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak terbatas pada usia tertentu, melainkan dapat diikuti oleh seluruh kalangan.
“Acaranya bagus dan menambah ilmu serta wawasan. Literasi ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi untuk semua kalangan usia remaja dan orang dewasa juga,” ungkapnya.
Ia pun berharap kegiatan tersebut dapat lebih sering dilaksanakan agar masyarakat semakin antusias dalam meningkatkan literasi. “Acara Nongki ini semoga bisa lebih sering diadakan agar masyarakat semakin terpacu dalam hal literasi,” harapnya.
Reporter : Habibila/Rafi