Kolaborasi ILS dan Payungi Gelar Diskusi Pemberdayaan Kampung Kreatif Berbasis Ekonomi dan Kesehatan

Inisiatif Lampung Sehat (ILS) bekerja sama dengan Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) menggelar Diskusi Pemberdayaan dengan tema “Kampung Kreatif Berbasis Ekonomi dan Kesehatan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pesantren Wirausaha Payungi, Kecamatan Yosomulyo, Metro Timur, pada Minggu (11/1/2026).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, Direktur ILS Sudiyanto, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Roma Doni Yunanto, Pendiri Payungi Dharma Setyawan, serta diikuti oleh 87 peserta yang merupakan perwakilan ILS dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mendorong pergerakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Metro, khususnya di wilayah Yosomulyo, melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kreativitas, serta sinergi lintas sektor.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC) serta memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganannya guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.

Diskusi ILS merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama lima tahun, terhitung sejak 2021 hingga 2026. Pada pelaksanaan kali ini, Kota Metro dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan dengan Payungi sebagai tuan rumah kegiatan.

Pemateri pertama, Sudiyanto, menekankan pentingnya penguatan sumber daya masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian kelompok. Menurutnya, pemberdayaan yang efektif harus berangkat dari potensi lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menyoroti masih adanya persoalan kesehatan dan sosial yang kompleks di wilayah Metro Pusat, khususnya di Kelurahan Hadimulyo Barat. Ia juga menambahkan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya pemberdayaan dan kemajuan masyarakat Kota Metro.

Pemateri ketiga, Roma Doni Yunanto, memaparkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki setiap wilayah di Kota Metro sebagai peluang strategis untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ali Nurdin, menyampaikan harapannya agar diskusi ini dapat menjadi sarana penguatan sumber daya manusia di Kota Metro, sejalan dengan semangat pemberdayaan yang diusung oleh ILS.

“Pemberdayaan ini juga menjadi bagian dari jiwa ILS, karena kami bergerak di bidang sosial. Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun lingkungan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan harapan agar Payungi dapat terus berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, hasil diskusi tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata.

“Ketika teman-teman memberdayakan beberapa desa atau kelurahan, minimal ada satu yang benar-benar dikerjakan setelah dari rapat besar pada hari ini,” tuturnya.

Tanggapan positif turut disampaikan oleh Podo Wiseso, salah satu anggota ILS Bandar Lampung. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga karena memberikan ruang pembelajaran, memperluas jejaring, serta berbagi praktik dalam pemberdayaan masyarakat.

“Acara ini memberikan ilmu pengetahuan, pengalaman, jejaring baru, serta lingkungan baru yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk direplikasi dan dibagikan dalam upaya pemberdayaan UMKM,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ke depannya berkembang semakin maksimal. “Kegiatan ini diharapkan dapat menular ke kelurahan maupun desa lain karena manfaatnya yang sangat besar,” harapnya.

Tanggapan lain datang dari Sutan Yunus. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai sarana refleksi bagi anggota baru ILS Lampung yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata di kemudian hari, khususnya di Kota Metro.

“Kebetulan ILS Kota Metro baru saja terbentuk. Kami mulai mandiri dan dapat melaksanakan program pemberdayaan masyarakat serta melakukan penanganan penyakit TBC secara berkelanjutan,” ucapnya.

Ia berharap ke depan penanganan kesehatan tidak hanya terbatas pada TBC, tetapi juga mencakup berbagai jenis penyakit lainnya agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih luas.

“Masalah kesehatan masyarakat tidak hanya TBC. Diperlukan pemahaman tentang berbagai penyakit menular agar masyarakat dapat bersinergi dalam pelaksanaan program kesehatan yang berdampak sosial,” harapnya.

Reporter: Rafi/Rehan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *