3 April 2025
Lembaga Pers Mahasiswa » Blog » Meriahnya Peringatan HAB ke-79 IAIN Metro, Lengkap dengan Penghargaan dan Lomba
HAB 78 Kemenag IAIN Metro

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro menggelar Upacara Hari Amal Bhakti ‎‎(HAB) ke-79 Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), dengan ‎mengusung tema Umat Rukun Menuju Indonesia Emas. Bertempat di halaman ‎Rektorat Kampus I IAIN Metro, Jum’at (03-01-2025). ‎

 

Turut hadir Rektor IAIN Metro, Siti Nurjanah, Wakil Rektor (Warek) I bidang ‎Akademik dan Kelembagaan, Suhairi, Warek II bidang Administrasi Umum dan ‎Perencanaan, Akla, serta Warek III bidang Kemahasiswaan dan ‎Kerja sama, Mahrus As’ad. ‎

 

Upacara yang digelar di halaman Rektorat tersebut juga dihadiri oleh Dharma ‎Wanita Persatuan (DWP) IAIN Metro, Ketua Senat, Enizar, Direktur pascasarjana, Mukhtar Hadi, ‎seluruh dosen, pegawai, ‎serta diikuti kurang lebih 300 peserta.

 

Terdapat perbedaan dalam tata cara upacara peringatan HAB ke-79 tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya peserta upacara mengenakan kaos biru dongker bertuliskan 78. Kali ini seluruh peserta, baik pria maupun wanita, diwajibkan mengenakan pakaian berwarna putih dan hitam. Pria diharuskan mengenakan kemeja putih dipadukan dengan celana hitam, sedangkan wanita mengenakan atasan putih dan bawahan hitam. Khusus bagi muslimah, penggunaan kerudung putih melengkapi tampilan seragam pada upacara kali ini.

 

Terdapat pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada para dosen yang telah lama mengabdi‎. Satya lancana Karya Satya adalah tanda penghargaan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya kepada negara. Satya Lencana ini diberikan kepada PNS yang telah berbakti selama 10, 20, atau 30 tahun secara terus menerus Selesai upacara tersebut, dilanjutkan dengan penilaian tumpeng yang di gelar di Gedung Serba Guna (GSG).‎

 

Dalam rangka memperingati HAB Kemenag ke-79, IAIN Metro telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang beragam. Kegiatan tersebut meliputi talkshow di radio shawtuna, lomba olahraga, lomba game, kegiatan sosial berupa bersih-bersih rumah ibadah, peresmian masjid Ummul Mu’minin dan puncaknya adalah jalan sehat pada tanggal 8 Januari. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kerukunan umat beragama.

 

Siti Nurjanah, selaku inspektur menyampaikan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Penamaan Hari Amal Bakti merefleksikan sikap rendah hati dan nilai-nilai pengabdian luar biasa para pendahulu kita dalam memaknai kehadiran Kementerian Agama.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa semangat memperingati Hari Amal Bakti tahun 2025 tak dapat dipisahkan dari komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam mendukung dan mengimplementasikan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Para pimpinan di Kementerian Agama harus tampil terdepan dalam komitmen kejujuran dan keteladanan.

 

Seorang tokoh teladan pemberantasan korupsi almarhum Baharuddin Lopa mengatakan, Banyak yang salah jalan, tapi merasa tenang, karena banyak teman yang sama-sama salah. Beranilah menjadi benar, meski pun sendirian.

 

“Oleh karena itu HAB Kemenag menjadi momen penting bagi kita untuk mengenang sejarah berdirinya kementerian yang telah banyak berkontribusi bagi masyarakat, terutama dalam bidang keagamaan. Kehadiran Bapak/Ibu di sini menunjukkan komitmen kita untuk patuh pada Kementerian Agama,” lugasnya.

 

Tanggapan positif datang dari Malik Dinata, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI’23). Ia memberikan apresiasi atas kelancaran acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat mewujudkan harapan Rektor, yakni menjadikan seluruh civitas academica IAIN Metro sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan di tengah keberagaman Indonesia.

 

“Seperti yang disampaikan oleh Rektor, bahwa, Indonesia itu harus menjunjung tinggi agama walaupun negara ini bukan negara agama,” ujarnya.

 

Sama halnya dengan Wardani, Dosen Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan acara ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat penting bagi seluruh pegawai Kementerian Agama untuk meningkatkan pemahaman dan loyalitas terhadap institusi. Wardani berharap acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk meningkatkan kualitas kinerja, khususnya dalam mengimplementasikan moderasi beragama.

 

“Sangat baik ya dan momen ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi kita untuk meningkatkan kualitas kinerja, terutama dalam mengimplementasikan moderasi beragama,” harapnya.

 

(Reporter/Roaena/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *