Press ESC to close

Puisi Tak Bernyawa

Ku duduk terdiam dibawah langit senja itu

Sembari menenun aksara untuk ku jadikan puisi tentang kamu

Aku menunggu dengan sabar

Namun engkau tak kunjung ada kabar

Ah ada apakah gerangan ?

Mengapa langkahmu terhenti diujung persimpangan ?

 

Fikirku menerka-nerka

Hatiku berkecambuk tiada tara

2 bait syair terhenti

Imaji perlahan mati

 

Akankah engkau datang ?

Menyapa meski sedetik dalam canda

Ku ingin berikan jingga

Namun kau bahkan pergi sebelum senja tiba

 

Kini senja kian beranjak menjadi kelam

Baca Juga:  Wanita Hebat

Dan puisi belum jua usai

Mungkin puisi ini butuh satu kata agar berima

Seperti diriku yang butuh kamu agar kembali bernyawa.

 

Penulis: Aditya P Bayu (Mahasiswa IAIN Metro Jurusan TBI)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!