Press ESC to close

Ruang Hampa

 

Besarnya ruang rindu
Bagai istana tak berpenghuni
suara tapak kuda menderu
Sangat menarik hati

Gadisku dengan wajah kelam
Menatap langit dengan suram
Menghalau gulungan dendam
Merobek kalbu terdalam

Kesengsaraan yang bahagia
Dilema dengan segala yang ada
Hingga angin enggan menyapa
Manusia yang tak mau menerima

Cintanya yang dalam
Hingga akhir selalu luka
Semangat juang yang tak pernah padam
Merengkuh luka yang tak dirasa

Bukan merdeka yang dicari
Bukan pengakuan yang di minta
Badan yang rusak ini
Berebut kemuliaan agama

Baca Juga:  Selarik Harap Tentang Mimpi

Merindu ribuan cahaya
Menanti akhir bahagia
Kau pejuang sesungguhnya
Untuk agama yang kau cinta

Penulis : Atika Putri PGMI/II

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!