Press ESC to close

Senjata Terakhir

Penderitaan-dan-Dosa

Bertanya pada luka

Canda tawa bersama derita dan gerai air mata

Sebelumnya, tiada nestapa

Dunia memang buta

Menikam hidupku dengan taringnya

Aku tahu alam menitikkan belasnya

Namun, tiada daya

Menenggelamkanku sedalam luka

Mengapa?

Bukankah setiap insan punya kesempatan yang sama?

Aku bercerita pada purnama

Sebelum awan hitam mengikatnya

Sebelum malam terselimut gulita

Cerita tentang duka

Hanya tersedu

Kemana aku harus mengobatinya?

Kemana?

Kematian mengulurkan tangan

Mengajakku pergi menghapus lara

Tidak!

Baca Juga:  “PENGHUJUNG KISAH”

Aku masih punya cinta

Senjata terakhirku bertahan di bawah himpitan bengis dunia

(Wahid/FLP Kota Metro)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.