Utarakan Kepada Sang Pencipta
Aku? Kini tak lagi menyelipkan nama mu dalam do’a-do’a malam ku
Bosan rasanya menyemogakan mu setiap malam
Tidak, bukan bosan ..
Lebih tepatnya aku malu pada Rabb-ku
Terus-terusan menyemogakan seorang ikhwan yang entah
Sekejap saja rasanya membuat ku luluh lantah
Aku takut rasa cinta pada sang pencipta terkikis begitu saja
Hanya karna makhluk ciptaan-Nya
Salah rasanya jika diterus-teruskan
Pun akan semakin salah jika diutarakan
Lalu membangun kasih sayang lewat pacaran
Bukan lagi wacana baru jikalau pacaran itu hal keliru
Zaman semakin gila
Kaum muda masa kini justru bangga jika melakoni laranganNya
Lantas apa esensi dari iman dan taqwa?
Jika hanya diyakini dalam hati diucapkan dengan lisan
Lalu diabaikan, tanpa aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
Fokus ku sekarang adalah terus memperbaiki diri
Mengisi masa-masa penantian dengan belajar
Beradu dengan kesibukan halal
Untuk membahagikan kedua orang tua ku
Bonusnya aku mampu melupakan mu dengan gampang
Selamat tinggal kamu yang pernah aku idam-idamkan
Untuk jodoh di masa depan,
Aku yakin kita akan dipertemukan
Waktunya kapan? Aku yakin Allah sudah tentukan
Saat ini mari sama-sama menyibukkan diri
Ada banyak amanah yang harus disampaikan
Karna hidup tak melulu soal jodoh
Ada banyak hal yang perlu kau kejar bukan
Buka mata hatimu lebih lebar dan tapaki dunia luar
Lalu berkata “dunia aku akan segera menggenggamu, agar kau tak seenaknya mengendalikan ku”(wahyu indah rizki)