Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) resmi melaksanakan pelantikan pejabat universitas pada Sabtu 8 Januari 2026 lalu. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut atas amanah Kementerian Agama (Kemenag) pasca alih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro menjadi UIN Jusila.
Sebanyak 98 pejabat struktural UIN Jusila resmi dilantik dalam agenda tersebut. Namun, di balik prosesi pelantikan, perhatian civitas akademica tertuju pada sejumlah perubahan struktur jabatan yang berbeda dari tahun 2025, khususnya pada posisi strategis seperti Wakil Rektor (Warek) III dan pimpinan akademik lainnya.
Perubahan tersebut memunculkan beragam pertanyaan di kalangan warga kampus, mulai dari alasan rekonstruksi jabatan, mekanisme penjaringan, hingga keterlibatan unit di bawahnya dalam proses pengusulannya.
Menanggapi dinamika tersebut, Kronika menemui Suryadi, Ketua Panitia pelaksana penjaringan pejabat kampus. Ia menerangkan perubahan posisi Warek III dan petinggi kampus ini telah dilaksanakan dengan mekanisme yang sesuai aturan, dan bukan disebabkan oleh ketidak-berhasilan pejabat sebelumnya, melainkan upaya rektor untuk menghadirkan pembaruan dan mendukung UIN Jusila.
”Reshuffle jabatan sah secara aturan dan bukan karena kegagalan pejabat sebelumnya. Kalau ditanya kenapa, saya melihat perubahan tersebut sebagai upaya rektor menghadirkan inovasi baru, khususnya untuk mendorong UIN Jusila menuju go internasional,” ujar Suryadi saat ditemui Kronika di ruangannya, Rabu (14/01/2026).
Pada saat penjaringan tersebut, ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah calon yang layak mengisi posisi Warek III dengan peluang yang sama. Penunjukan salah satu di antaranya bukan dimaksudkan untuk membandingkan atau meniadakan peran pihak sebelumnya.
”Banyak sebenarnya calon Warek III yang memenuhi syarat, semua punya kesempatan yang sama. Saya tidak bermaksud mendikotomi. Namun, beliau (Warek III terpilih, red.) punya poin khusus salah satunya go internasional. Perubahan struktur pasti terjadi, tapi semua bertujuan untuk memajukan UIN Jusila,” tegasnya.
Lebih lanjut ia juga menambahkan, bahwa ke depannya UIN Jusila ingin dapat berkolaborasi dengan negara-negara maju di dunia. “Dengan perubahan struktur ini, mahasiswa UIN Jusila punya kesempatan untuk magang ke Australia, Jepang, Turki, dan negara maju lainnya,” tuturnya.
Suryadi juga menerangkan, bahwa Warek III periode sebelumnya, Akla, kini dipercaya mengemban amanah menjadi direktur Pascasarjana. Ia diharapkan dapat merumuskan berbagai upaya strategis untuk memajukan kampus.
”Bu Akla sekarang menjadi Direktur Pascasarjana. Beliau juga memiliki program penguatan internasionalisasi di lingkungan Pascasarjana, salah satu poin pentingnya itu Bu Rektor ingin kampus kita bisa go internasional,” ungkapnya.
Terkait proses penjaringan pejabat pelaksana akademik lainnya, Suryadi menerangkan jika proses pelaksananya tetap sama seperti penjaringan Warek dan telah diatur oleh kampus.
“Untuk penjaringan, sistem pendaftarannya sama, syarat dan ketentuan kami sesuaikan dengan aturan. Semua terbuka tentang pencalonan Warek dan penunjang akademik,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, bahwa penjaringan dan penetapan dilakukan melalui pertimbangan Rektor, dengan tujuan menghadirkan inovasi baru dari unsur jajaran pimpinan demi kemajuan universitas.
”Ya, kalau untuk penjaringan penentuan kami masih pakai sistem evaluasi, tentunya dari Rektor, karena selama ini yang tau semua beliau. Rektor hanya ingin adanya inovasi baru khususnya bagi orang-orang yang menjadi pegawai beliau untuk kampus,” ungkapnya.
Ia berharap pejabat terpilih dapat menjalankan amanah secara bertanggung jawab, sejalan dengan arah kebijakan pimpinan, serta mampu memberikan pelayanan terbaik, terkhusus bagi para mahasiswa.
”Semoga yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik, sejalan dengan visi dan misi Rektor, serta memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi mahasiswa,” harapnya.
Mengenai isu tersebut, beberapa mahasiswa turut memberikan tanggapannya. Ricky Kurniawan, mahasiswa Ekonomi Syariah (ESY’22), menilai pergantian petinggi kampus merupakan kewenangan pimpinan dan merupakan bagian dari upaya memajukan institusi.
”Pergantian pejabat kampus menurut saya tidak masalah, karena memang keputusan sudah pasti ada di Rektor dan beliau tahu yang terbaik,” terangnya.
Ia berharap semua pejabat terpilih bisa menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. “Harapannya hanya satu: semoga amanah, benar-benar totalitas dalam mengemban amanahnya,” harapnya.
Namun, catatan penting ia berikan kepada Warek III yang baru terpilih agar dapat menunjukkan keberpihakan nyata kepada mahasiswa guna mendukung pengembangan diri di berbagai bidang.
”Terutama Warek III, semoga bisa benar-benar membantu mahasiswa, terutama organisasi kemahasiswaan agar dapat berkembang dan mengadakan kegiatan di kampus dalam mendukung kemampuan mahasiswa baik akademik maupun non-akademik,” lanjutnya.
Satrio Setiawan, mahasiswa Ekonomi Syariah (ESY’23), juga menilai hal serupa. Menurutnya, pergantian pejabat kampus merupakan langkah yang tepat, karena sebelumnya hanya Rektor yang memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai pejabat UIN Jusila.
Ia berpandangan, bahwa perubahan tersebut layak dilakukan apabila mampu mendorong kemajuan institusi. ”Selama pergantian tersebut membawa dampak yang lebih baik untuk UIN Jusila, itu merupakan langkah tepat yang dilakukan,” terangnya.
Ia berharap pejabat terpilih dapat menjalankan peran sesuai dengan arah pimpinan dan dapat memberikan pengaruh luar biasa bagi UIN Jusila. ”Semoga bisa tetap amanah dalam apa yang dijalankan serta memberikan dampak positif yang terbaik untuk kampus,” harapnya.
Reporter: Habibila/Rafi