Press ESC to close

Akan Dinamai Apa?

hqdefault

Dulu, terlalu lelap saat kau berada

Terusik saat kau panggil panggil namaku

Beribu alasan terlontar begitu mudah dari bibir tebal ini

Mencari beribu kesibukan demi tak memenuhi panggilanmu

Entah, apa yang melintas dibenak bodoh ini

Sudahi, abaikan

Anggap saja tak pernah terjadi

Namun segala waktu berjalan begitu mulus bak jalan tol

Menerjang segala batas tiada hempas

Tak pandang waktu

Tak pandang situasi, rintangan maupun keadaan

Apa yang akan terjadi dengannya yang ditinggalkan

Baca Juga:  PEMBEKALAN HARI TERAKHIR UNTUK 4 KECAMATAN

Meninggalkan dua sosok menawan tanpa dampingan tanpa asuhan

Kita harus bersatu demi kelangsungan kehidupan

Ah, sesalku yang dulu mengabaikanmu

Ayah, apa yang harus kuperbuat saat ini tanpa hadirmu

Bisakah Tuhan mengembalikanmu dalam pelukan keluarga

Dekapan rindu baru terasa

Terasa saat kau benar tiada

Ayah, apa namanya segala ini?

(Ulfa diyanti fuati zahroh)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!