Press ESC to close

Akhiri Masa Vakum, Fakultas Syariah Resmi Lantik Pengurus Ormawa 2025/2026

Estimated reading time: 4 menit

Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melaksanakan pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2025/2026, bertempat di Gedung Umar bin Khatta, Lantai I, Kampus II, UIN Jusila pada Rabu (01/04/2026).

‎‎Turut hadir Wakil Rektor III Aria Septi Anggaira, Dekan FaSya Husnul Fatarib, Wakil Dekan (Wadek) I Firmansyah, Wadek III Sainul, jajaran Dosen Fasya dan tamu undangan lainnya, serta 52 calon pengurus Ormawa FaSya.

‎‎Aria Septi Anggaira dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus Ormawa bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal dari perjalanan panjang kepemimpinan mahasiswa.

“Tentunya ini merupakan awal dari perjuangan adik-adik semua yang nantinya akan menentukan wajah dari Fakultas Syariah ke depan,” ujarnya.

‎‎Ia menyampaikan bahwa pimpinan UIN Jusila menaruh harapan besar terhadap para pengurus baru yang dilantik. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah secara optimal serta meningkatkan kualitas organisasi yang berada di bawah naungan mereka.

“Harapan dari pimpinan sangat besar kepada adik-adik sekalian, dimana nanti dalam melaksanakan amanah yang diberikan, adik-adik bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dari organisasi yang menaungi adik-adik semua,” ungkapnya.

blank

‎‎‎‎Ia menambahkan bahwa kegiatan Ormawa FaSya ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi diri mahasiswa, tetapi juga bagi program studi, fakultas, universitas, hingga masyarakat sekitar.

‎Sementara itu, ‎Sainul menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan calon pengurus Ormawa FaSya dilakukan melalui jalur musyawarah mufakat. Langkah ini diambil sebagai solusi atas kondisi kevakuman kepengurusan yang telah berlangsung cukup lama, sehingga waktu yang tersedia dinilai tidak memungkinkan untuk menggelar proses pemilihan seperti biasanya. Proses musyawarah tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pimpinan program studi, hingga tokoh-tokoh mahasiswa.‎

‎“Karena memang sudah lama vakum, maka untuk mempersingkat, memang waktu sudah jauh berjalan, akhirnya kita adakan musyawarah untuk mufakat, baik itu dari unsur mahasiswa, ada unsur pimpinan program studi, maupun tokoh-tokoh mahasiswa. Jadi, hasil dari musyawarah mufakat,” ujarnya.

‎‎Ia juga menegaskan bahwa tidak dilaksanakannya pemilihan umum bukan tanpa pertimbangan. Dalam situasi organisasi yang vakum, menurutnya, tidak ada perangkat yang dapat menjalankan fungsi sebagai penyelenggara pemilu mahasiswa.

“Tidak, karena memang sudah lama vakum, kalau itu kita paksakan siapa yang menjadi penyelenggaranya? Kan tidak ada, akhirnya itu yang menjadi langkah kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  IMM Buka Lapak Baca

‎‎Ia juga menilai keberadaan ormawa secara umum menjadi bagian penting dalam struktur kelembagaan fakultas sekaligus sebagai representasi mahasiswa dalam berbagai aktivitas kampus.

“Dengan terbentuknya ini, maka adik-adik mahasiswa yang jadi pengurus akan menjadi kelengkapan dari kelembagaan, akan menjadi salah satu dari kelembagaan ini, dan menjadi duta-duta berbagai macam aktivitas kegiatan di kampus kita, untuk menjadikan kampus kita ini lebih baik di kemudian hari,” tuturnya.

‎‎Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) FaSya terpilih, Bhayu Samudro Al-Ghani (HTN’23), menilai pelantikan tersebut sebagai gerbang menuju kebangkitan, mengingat Ormawa FaSya sempat vakum beberapa tahun silam.‎

‎“Kita mengambil sikap di tahun-tahun yang lalu itu belum ada Ormawa (FaSya, red.) yang berjalan. Artinya, di sini adalah langkah pertama Fakultas Syariah untuk lebih maju ke depannya,” tegasnya. ‎

‎Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya mahasiswa FaSya yang memiliki kredibilitas serta mampu bersaing secara sehat dengan kompetensi yang terus berkembang.

‎“Semoga dapat mendorong mahasiswa Fakultas Syariah menjadi lebih berintegritas, aktif, dan kompetitif,” harapnya.

‎Peserta lain yang hadir, Achsani Taqwim Jiddan Al-Ustadzi (HKI’24), menilai kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik, meskipun waktu persiapan relatif sempit. Seluruh rangkaian acara tetap dapat terlaksana secara optimal.

“Cukup baik, bahkan bisa dikatakan sangat baik, mengingat waktu yang terbatas dan bertepatan dengan kegiatan perkuliahan, apalagi ini setelah Lebaran,” terangnya.

Ia juga menaruh harapan besar agar program yang telah dirancang dapat berjalan secara konsisten selama satu tahun ke depan. Mengingat peran yang diemban merupakan bentuk kepercayaan, seluruh pihak diharapkan mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan maksimal.

“Saya berharap program ini dapat terus berjalan selama satu tahun ke depan, mengingat kita adalah pihak yang dipercayakan sebagai anggota sekaligus saya sebagai koordinator,” harapnya.

‎Harapnya serupa disampaikan Leny Cahya Ningsih (HES’23). Ia mengharapkan agar kepengurusan ormawa terpilih ke depan mampu memberikan dampak positif bagi organisasi. “Harapannya, semoga ke depannya dapat membawa dampak yang lebih baik untuk ormawa,” ujarnya.

Reporter: Munir/Habibila

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *