Bidang Kemahasiswaan Gelar Rapat Pengenalan Pengurus Baru dan Koordinasi Program UKM/UKK 2024

Dalam rangka memperkenalkan pengurus baru, dan mengoordinasikan program Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) tahun 2024, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Institut Agama Islam (IAIN) Metro, Mahrus As’ad, mengundang para pengurus UKM/UKK untuk menghadiri rapat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Munawir Sadzali, Gedung Rektorat Lt II, pada hari Selasa, 14 Mei 2024.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh Gidayani, Mardiana, bidang kemahasisiwaan, , Dede Mercy Rolando, Pembina terpilih UKM Kronika, Rahmah Ningsih, Pembina Terpilih UKK Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) , Pembina terpilih UKK Pramuka , Fredy Gandhi Midia, serta diikuti 20 peserta yang merupakan peserta delegasi UKM/UKK.
Rapat yang diselenggarakan tersebut bertujuan untuk mengoordinasikan program kerja yang diajukan oleh seluruh UKM/UKK. Program kerja ini nantinya akan dilaksanakan di bawah naungan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Metro.
Mahrus As’ad dalam sambutannya menyampaikan UKM dan UKK adalah garda terdepan dalam mewujudkan aktivitas mahasiswa di dalam kampus “UKM/UKK selalu dikaitkan dalam lembaga prestasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), “ujarnya.
Kemajuan lembaga PTKIN itu salah satunya di dorong oleh keaktifan UKM/UKK, “Disitu posisi strategis UKM/UKK menjadi bagian penting dari keunggulan perguruan tinggi kita, jadi UKM/UKK apa saja yang berprestasi itu menjadi keunggulan di perguruan tinggi kita, “imbuhnya.
Ia juga berharap bahwa kelembagaan itu sangat penting yang harus dikelola baik secara maksimal. “Tolong di manage se-efisien mungkin dan dikelola secara maksimal apalagi itu dari uang rakyat yang di titipkan kepada kita, maka amanat tersebut harus kita tanggung jawab kan dalam bentuk prestasi, “lugasnya.
Tanggapan datang dari Khoirudin peserta delegasi UKM/UKK ia menanggapi dalam mengikuti kegiatan rapat tersebut, ketika melakukan kegiatannya pasti kita membutuhkan dana untuk melakukan kegiatan tersebut. “Supaya bisa berjalan dengan lancar dan kita juga pasti membutuhkan perlengkapan dan perlengkapan itu pasti ada yang belum bisa di beli kalau dana nya belum turun lebih tepatnya persiapan nya kurang matang,”ujarnya.
Khoirudin, salah satu peserta delegasi UKM/UKK, menanggapi bahwa dalam mengikuti kegiatan rapat tersebut, ia menyadari bahwa setiap kegiatan pasti membutuhkan dana untuk kelancarannya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa UKM/UKK membutuhkan perlengkapan yang mungkin belum dapat dibeli karena keterlambatan pencairan dana. “Maka hal ini menyebabkan persiapan kegiatan menjadi kurang matang,” tuturnya.
Tanggapan lain datang dari Rahmat Apriyan (Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS’22). Ia mengamati bahwa UKM/UKK tahun ini menunjukkan kekompakan dan soliditas dengan tujuan dan target yang jelas. “Hal ini terlihat dari banyaknya kolaborasi yang dilakukan antar UKM/UKK.” pungkasnya.Ia pun berharap agar rencana kegiatan yang telah disusun dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan.
(Reporter/Indah)