Press ESC to close

Cara Efektif Mencegah Dehidrasi saat Musim Kemarau

Memasuki bulan Oktober 2026, dampak dari puncak musim kemarau yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun ini masih terasa di sebagian wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pengaruh fenomena El Nino membuat musim kemarau tahun ini menjadi lebih kering dan lebih panjang.

Kondisi cuaca panas yang masih bertahan hingga saat ini berpotensi tinggi memicu kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, khususnya bagi masyarakat yang rutin beraktivitas di luar ruangan.

‎Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Tubuh manusia mengandung sekitar 55–80 persen air yang berperan penting dalam menjaga fungsi organ, mengatur suhu tubuh, serta membantu proses pembuangan zat sisa.

Ketika terjadi dehidrasi, keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dapat terganggu dan memengaruhi berbagai sistem tubuh.

‎Gejala yang muncul pun bervariasi. Pada tahap ringan, seseorang mungkin hanya merasa haus atau lelah. Namun, jika dibiarkan, dehidrasi bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti tekanan darah rendah, kebingungan, pusing, hingga gangguan organ vital.

‎Strategi Untuk Mencegah Dehidrasi

‎Agar tidak berujung pada kondisi yang lebih serius, pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari dehidrasi. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah dehidrasi terutama saat cuaca panas.

‎1. Pastikan Asupan Cairan Harian Tercukupi

‎Tubuh membutuhkan cukup cairan agar organ dapat berfungsi dengan baik. Umumnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 2–3 liter cairan per hari. Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan.

Makin aktif seseorang dan makin panas cuaca, makin banyak cairan yang dibutuhkan. Jika tidak menyukai rasa tawar air, tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air minum. Cairan juga dapat diperoleh dari jus buah atau sayuran tanpa tambahan gula dan soda.

‎2. Konsumsi Buah dan Sayuran Secara Rutin

‎Mengonsumsi beragam buah dan sayuran dapat membantu mencegah dehidrasi karena memiliki kandungan air yang tinggi. Melon, stroberi, dan semangka mengandung sekitar 90–99 persen air. Sedangkan apel, anggur, jeruk, dan nanas mengandung sekitar 80–89 persen air.

‎3. Tetap berada di dalam ruangan saat cuaca terasa terlalu panas

‎Jika kamu terpapar sinar matahari secara berlebihan, tubuh akan kehilangan cairan dan garam tubuh yang penting, seperti natrium dan kalium. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan sengatan panas.

Baca Juga:  Peringatan Hari Bumi, Google Doodle Tampilkan Kondisi Bumi Akibat Perubahan Iklim

Jika tidak memiliki keperluan mendesak, tetaplah berada di dalam ruangan saat cuaca terlalu panas. Kemudian, pilih pakaian berbahan katun atau bahan yang mudah menyerap keringat dengan warna terang. Pakaian seperti ini membantu tubuh melepaskan panas lebih baik sehingga suhu tubuh tetap terjaga.blank

‎4. Kurangi Minuman Tinggi Gula dan Berkafein

‎Minuman bersoda, minuman manis, serta konsumsi kopi atau teh berlebihan sebaiknya dibatasi. Kandungan gula yang tinggi dapat meningkatkan rasa haus, sedangkan kafein pada sebagian orang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga berpotensi mempercepat kehilangan cairan tubuh.

‎5. Menjaga Kebersihan Untuk Mencegah Penyakit

‎Beberapa penyakit, seperti diare, dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penting dilakukan untuk mencegah infeksi.

‎6. Perhatikan Tanda-Tanda Awal Dehidrasi

‎Gejala awal dehidrasi, antara lain rasa haus berlebihan, bibir dan mulut kering, urin berwarna kuning pekat, tubuh lemas, sakit kepala, serta pusing. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas berat, berteduh, dan minum air putih. Bila keluhan tidak membaik atau muncul penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.

Kesimpulan

Musim kemarau yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, sehingga kondisi ini patut diwaspadai di tengah paparan cuaca panas ekstrem. Oleh karena itu, penerapan langkah pencegahan secara disiplin dan konsisten menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Upaya tersebut dapat dimulai dengan memastikan asupan cairan harian tercukupi, mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin, serta menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis pada air agar tidak malas minum.

‎Selain itu, tetap berada di dalam ruangan saat cuaca terlalu panas, mengurangi minuman tinggi gula dan berkafein, serta menjaga kebersihan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan juga penting dilakukan.

Menggunakan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan memperhatikan tanda-tanda awal dehidrasi dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencegah dehidrasi selama musim kemarau berlangsung.

Penulis: Alfya Zahra

Sumber Rujukan:

‎https://antaranews.com/berita/5651853/cegah-dehidrasi-dengan-tujuh-cara-ini

https://www.alodokter.com/dehidrasi

https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8471842/cara-ampuh-cegah-dehidrasi-saat-musim-kemarau-di-indonesia

https://www.halodoc.com/artikel/cuaca-panas-ini-6-cara-mencegah-dehidrasi-pada-tubuh

https://www.alodokter.com/dehidrasi/pencegahan

 

‎‎Sumber Foto: magnific.com

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *