Dialog Kebangsaan Dengan MPR

Dialog Kebangsaan Dengan MPR
Laporan: Iin, Mentari,Ian
STAIN ; Sabtu (24/3) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) jurusan syari’ah (JS) STAIN Metro adakan acara dialog kebangsaan. Acara ini diikuti hampir 500 peserta yang terselenggara di gedung serba guna (GSG) STAIN Metro, dengan mengusung tema “Peran Pemimpin Dalam Pembangunan Ekonomi Kerakyatan”. Acara ini tidak hanya diikuti Mahasiswa dari kota Metro saja, melainkan ada mahasiswa dari Tulang Bawang, Lampung Timur dan Megopak. Konsep acara yang dipersiapkan sejak satu bulan yang lalu ini rencananya mengundang para tokoh pemimpin yakni Walikota Solo Joko Widodo, Wali kota Metro Lukman Hakim, Pimpinan Umum Lampung Post Bambang Eka Wijaya serta anggota MPR/DPD RI Ahmad Jajuli. Namun sayang, tokoh utama yang dinanti pada acara tersebut yakni Walikota Solo Joko Widodo serta Bambang Eka Wijaya selaku pimpinan Lampung Post berhalangan hadir.
Ketua STAIN Metro Edi Kusnadi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan acara dialog kebangsaan serta memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. “Harapannya agar mahasiswa dapat mencermati materi yang disampaikan untuk menambah wawasan dan dapat mengambil hikmah dan ilmu,” kata Edi.
Walaupun acara tidak dihadiri oleh tokoh pemimpin yang diharapkan, namun kegiatan tetap berjalan efektif. Sementara inti dari acara ini diisi oleh tiga pemateri, pertama Lukman Hakim selaku Wali Kota Metro yang saat itu membahas tentang isu terhangat mengenai masalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dikatakan dalam materinya tentang pemimpin dalam perekonomian kerakyatan adalah bagaimana pemimpin mampu memahami kultur dari masyarakatnya terutama dalam konteks perekonomian untuk ke depan mampu mengambil kebijkan.
Kemudian pemateri kedua disampaikan anggota MPR/DPD RI Ahmad Jajuli dengan memaparkan tentang APBNP yang sedang menjadi topik pembahasan terkini di pusat pemerintahan Indonesia yang juga dikaitkan dengan rencana kenaikan harga BBM. “Karena asumsi APBN yang lama tidak digunakan dan diperbaharui dengan APBNP. Selain itu yang saat ini dikenal bukanlah konsep ekonomi kerakyatan, melainkan konsep kebijakan pembangunan, yang semua sumber daya diarahkan untuk kemakmuran rakyat,” kata Jajuli.
Terakhir Edi Kusnadi selaku ketua STAIN Metro menyempatkan untuk memaparkan mengenai ciri-ciri kepemimpinan. Dikatakannya, salah satu sifat pemimpin itu harus bersifat partisipatif, memiliki pengetahuan kepemimpinan yang abstrak dan bertanggung jawab. Dalam penyelenggaraan acara ini ketua pelaksana kegiatan Wawan Arianto yang juga merupakan sekretaris jendral BEM JS mengatakan, “sangat luar biasa acara ini dilihat dari berbagai antusiasnya peserta dalam mengikuti dialog tersebut serta dapat menjalin silaturahim antar mahasiswa dan para pemimpin”.[]