
Kuliner Lampung menggelar Festival Kuliner bertema “From Bangkok to Metro” di Cagar Budaya Rumah Asisten Wedana, Kota Metro. Acara yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026 tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 15.00–22.00 WIB.
Kegiatan yang digagas oleh dua founder, yakni Ale Janes dari Kuliner Lampung dan A. Sani Kalim dari DOmin tersebut, menyuguhkan kuliner bernuansa Thailand yang menghadirkan kurang lebih 50 tenant. Pemilihan tema Bangkok dipilih karena masih minimnya pengenalan kuliner khas Thailand di kalangan masyarakat Kota Metro.
Berbagai pilihan makanan tersedia mulai dari hidangan berat hingga camilan ringan, seperti telur gulung, dimsum, dan nasi kulit Thailand. Selain menikmati aneka kuliner, pengunjung juga dihibur dengan penampilan live music dari sejumlah band lokal Kota Metro selama acara berlangsung.
Selain sebagai ajang wisata kuliner, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang promosi bagi para pelaku usaha.

Koordinator acara, Febri Daraz, menjelaskan bahwa Cagar Budaya Rumah Asisten Wedana Metro dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki rekam jejak yang baik sebagai tempat berlangsungnya festival kuliner tersebut sejak 2024.
“Memilih tempat ini karena sudah dua kali di sini, terakhir tahun 2024, jadinya kita di sini lagi,” jelasnya.
Ia menilai festival tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Kota Metro. Menurutnya, antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama pelaksanaan hingga saat ini, terutama dari masyarakat yang ingin mencoba beragam kuliner bernuansa Thailand.
“Warga Kota Metro antusias dari hari pertama sampai hari ini, pokoknya ke depannya kita setiap tahun bisa mengadakan event ini,” ungkapnya.
Tanggapan juga datang dari salah satu tenant Sale Drink, Sinta Mispan. Menurutnya, Festival Kuliner Lampung menjadi ajang yang menarik bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat sekaligus mendorong inovasi dalam konsep penjualan yang mengusung nuansa luar negeri.
“Sangat seru. Yang pasti buat acara-acara ini sering-sering. Banyak mengembangkan UMKM seperti makanan dan minuman. Bagi yang tidak mempunyai offline store bisa berkembang di acara-acara ini,” jelasnya.
Ia berharap festival kuliner tersebut dapat lebih sering diselenggarakan dan menjangkau berbagai daerah. “Lebih sering untuk event-event ini karena membantu UMKM, juga bisa diadakan di lain daerah, sehingga bisa merasakan kuliner khas Thailand,” harapnya.
Tanggapan serupa disampaikan oleh salah satu pengunjung, Arimbi Salsabila Ramadhani. Menurutnya, festival tersebut berlangsung meriah dan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kuliner khas Thailand kepada masyarakat.
“Menurut saya event ini merupakan langkah positif dan memberikan dampak positif terutama bagi kelompok usaha UMKM, terkhususnya di Kota Metro. Jadi, UMKM bisa mengenalkan produk-produk mereka ke masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Arimbi berharap festival kuliner serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun. “Tahun kemarin, kan sudah ada, ya, di Wedana ini, cuma bedanya dia mungkin bukan Bangkok, tapi cuma kuliner biasa. Harapannya, ke depannya ada lagi setiap tahun, sehingga UMKM dapat berkembang,” harapnya.
Reporter: Rafi
Tinggalkan Balasan