
Pasar Tani Metro Bahagia kembali digelar sebagai program kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, pada Jumat (23/01/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai instansi Pemerintah Daerah (Pemda), lembaga terkait, serta mitra pendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam upaya mendekatkan pelayanan dan kebutuhan pangan kepada masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan unsur Pemda; Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3); Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP); Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil); Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo); Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda), serta Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro. Selain itu, Pemerintah Kecamatan Metro Timur bertindak sebagai wilayah pelaksana kegiatan.
Acara tersebut juga menggandeng unsur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), serta sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut menghadirkan berbagai layanan gratis untuk masyarakat. Mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), posyandu keliling, pelayanan perizinan, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga bazar sayur, buah, dan kuliner lokal.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kota Metro, Vivi Puspitasari menegaskan, bahwa acara tersebut bertujuan untuk mewadahi pelaku UMKM dan petani untuk memasarkan hasil produksinya.

“Gerakan pangan murah bisa membantu masyarakat dan pedagang, sehingga bahan pokok seperti beras, bawang, cabai, minyak, dan gula dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” tegasnya.
Ia juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut telah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu dan memiliki jadwal konsisten.
“Acara kita sudah memasuki tahun keempat dan acara rutin diselenggarakan setiap satu bulan dua kali, dengan target satu tahun terlaksana sebanyak dua puluh empat kali,” terangnya.
Selain pembagian bibit gratis melalui program Tanam Keluarga, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai pelayanan lainnya kepada masyarakat.
“Kami juga menghadirkan demo masak pangan lokal berbahan umbi-umbian, layanan kesehatan, donor darah, serta pelayanan administrasi kependudukan sebagai bentuk kolaborasi nyata Pemkot,” tuturnya.
Menurutnya, pendapatan Pasar Tani menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun, meskipun mengalami naik turun setiap tahunnya.
“Tahun 2025 kemarin, total omzet kita mencapai sekitar Rp700 juta, dan pada 2023 sempat berada di angka tertinggi, yakni Rp1,2 miliar,” tegasnya.
Ia berharap dengan diadakannya acara ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ”Semoga hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, serta mendapatkan keberkahannya,” harapnya.
Apresiasi juga datang dari warga. Li Puryani Segien, salah satu peserta yang hadir, memberikan harapannya agar hasil pertanian masyarakat dapat diserap oleh UMKM daerah.
”Hasil pertanian dari masyarakat dapat diserap oleh UMKM supaya tidak ada yang dirugikan dan saling menguntungkan,” harapnya.
Tanggapan lain datang dari Sri Suparti selaku salah satu peserta UMKM. Ia menyampaikan harapannya agar acara tersebut dapat berkembang dan dapat lebih baik lagi di kemudian hari.
”Ini acara cukup baik. Untuk ke depan, lebih ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan acara ini selalu terselenggara,” harapnya.
Reporter : Habibila/Nerisa
Tinggalkan Balasan