Press ESC to close

Pencuci Arang

Budak membui arang dalam keranjang
Membawanya kemana saja, mencari
Tahta..
Tak ada yang sudi menyentuh si kumal buruk rupa
Siapa yang bisa mengira, pecundang menjabat jadi raja?
Boroknya dimana-mana
Onggokan ludahnya tak terhingga
Bunuh pengecut itu!
Kata si pencuci arang
Lindungi pemimpin sejati!
Dalam keranjang berbalut arang adalah permata,
Tak kasat mata
Jangan buang pencuci arang
Buang mata yang tak mampu berkedip melahap kilauanya

(Siti Zainatul Mar’ah/TBI/VI)

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *