
Ia menambahkan, anggaran pemeliharaan tidak hanya digunakan untuk perbaikan bangunan, tetapi juga fasilitas lain, seperti AC, toilet, keran, dan lampu. “Anggaran pemeliharaan tidak hanya perbaikan bangunan, tetapi juga kayak AC, toilet, keran, lampu,” ungkapnya.
Anggaran Perbaikan Terbagi Kebutuhan Lainnya
Ia menjelaskan, banyak gedung kampus masih membutuhkan pemeliharaan, sementara anggaran yang tersedia harus dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan di lingkungan kampus.
“Kalau kita hitung, masih banyak gedung-gedung yang memang membutuhkan sentuhan pemeliharaan. Nah, kita juga harus menghemat, pemeliharaan gedung, lampu, halaman, karena hampir setiap hari lampu ada yang mati,” jelasnya.
Efendi juga menyebutkan bahwa usia bangunan dan jenis material turut memengaruhi kondisi plafon. Menurutnya, plafon di gedung Febi menggunakan bahan gipsum yang dapat mengalami kerusakan jika terkena rembesan atau cipratan air secara terus-menerus.
“Plafon zaman dulu menggunakan bahan gipsum untuk outdoor. Pada hari ini, bahan-bahan gipsum ini sudah tidak relevan untuk bangunan yang terkena cipratan air sehingga menyebabkan jebol,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggantian material plafon membutuhkan pertimbangan tersendiri. Jika hanya ditambal menggunakan material yang sama, kerusakan dikhawatirkan kembali terjadi.
“Penggantian dengan bahan lain seperti PVC membutuhkan biaya yang besar, karena harus disesuaikan dengan kondisi keseluruhan plafon,” tuturnya.
Selain material, posisi plafon yang cukup tinggi juga menjadi pertimbangan dalam pengerjaan karena membutuhkan peralatan yang memadai.
“Pekerjaan tidak hanya ditentukan berdasarkan satu jenis fasilitas, tetapi juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kemampuan,”jelasnya.
Efendi juga mengatakan bahwa pekerjaan tidak hanya ditentukan berdasarkan satu jenis fasilitas saja, tetapi juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran.
“Kalau memperbaiki suatu fasilitas itu tergantung tingkat kerusakan juga, tergantung anggaran kita. Kita nggak bisa hitung ketika masih banyak gedung-gedung kita yang memang membutuhkan sentuhan pemeliharaan,” tuturnya.
Kebijakan Perbaikan Besar Ada Di Tangan Warek II dan Rektor
Ia juga menjelaskan bahwa anggaran pemeliharaan gedung dikelola secara umum sehingga tidak terdapat alokasi khusus yang hanya diperuntukkan untuk perbaikan plafon Febi saja.
“Ketika terdapat kerusakan, Bagian Umum melakukan penghitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya, kemudian melaporkannya kepada pihak terkait untuk mendapatkan tindak lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan mengenai perbaikan dengan biaya besar berada pada tingkat pimpinan, termasuk Wakil Rektor II dan Rektor. Sementara Bagian Umum menangani pekerjaan pemeliharaan yang bersifat rutin serta menindaklanjuti laporan kerusakan yang membutuhkan penanganan.
Tinggalkan Balasan