Press ESC to close

Puisi Untuk Tuhan

Desember akhir, kubacakan puisi untuk Tuhan

Ini ritual tahunan
Baitnya milik desember-desember lalu
Berisikan syukur dan permohonan
Hari ini biar kutambah
Biar Tuhan tidak bosan

Aku tidak peduli jika Raqib Atid tertawa
Atau terbahak barangkali
Sudah, berpikir baik saja
Bukankah Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya?

Tuhan, akan kutambah bait puisiku,

Tuhanku
Terima kasih atas kasih dan sayangMu
Jika bukan karena itu, pasti tak pernah kubacakan puisi untuk-Mu
Tuhanku ..
Lagi, aku akan meminta hal yang sama
Dengarkan puisiku dan izinkan setiap desember akhirku bacakan untukMu

Baca Juga:  Tanpa Ricuh, IAIN Metro Gunakan Sistem Perwakilan pada Pemilihan Sema-I dan Dema-I

Oleh : May Sarah, TBI/3

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *