Press ESC to close

“Sajak bocah pantai”

Gelanggang malam di pekat langit,
Sinar rembulan jatuh remuk di pelataran pasir,
Karang runtuh terhimpit amis aroma buih,

Di kapar debur ombak pengisyaratan badai angkara,
Di riuh deru angin selaksa hempas pohon-pohon kelapa,
Mereka merayu Tuhan nun Esa,
Memanjat doa berpeluh ratap iba,
Harap kepulangan nelayan renta yang pergi menebar jala,
Di muka Bocah-bocah pantai bergurat pasi,
Di riuh keroncong perut kosong tanpa isi,
Kecamuk cemas melantahkan seisi jagad nurani,

Berharap sang ayah kembali esok dihatar mentari,
Membawa ikan-ikan yang menyangkut dijala besi,

Lalu pulang,
Lalu senang,
Lalu riang,
Lalu kenyang,
Lalu tenang,

Karya : Ainun Ni’mah (PBI semester V)

Total Views: 0

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda sedang menyalin teks. Link halaman ini akan disalin juga!