
Indonesia saat ini mulai memasuki fase kekeringan hidrologis seiring berlanjutnya musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino. Sebagian besar musim kemarau di Indonesia diprediksi berlangsung selama 10 hingga 21 dasarian, atau sekitar 100 hingga 210 hari.
Musim kemarau merupakan musim yang dipengaruhi oleh sistem muson. Di Indonesia, musim kemarau disebabkan oleh angin muson yang bertiup dari Benua Australia.
Dalam kondisi ini, angin muson timur membawa hawa panas yang berasal dari Gurun Australia. Angin tersebut kemudian bergerak melintasi Indonesia sehingga wilayah Nusantara mengalami musim kemarau.
Kondisi ini menyebabkan cuaca menjadi panas dengan sinar matahari yang terik pada siang hari. Selain itu, musim kemarau yang berkepanjangan juga berpotensi menimbulkan kekeringan, sehingga mengurangi cadangan air di sumber-sumber alami dan mengganggu pasokan air bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Juli hingga September 2026. Oleh karena itu, hal yang perlu diwaspadai selama musim kemarau adalah menipisnya pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi ini adalah menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari agar pasokan air dapat bertahan lebih lama selama musim kemarau. Lantas, bagaimana cara menghemat air dalam kehidupan sehari-hari?
Cara Menghemat Penggunaan Air saat Musim Kemarau
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebiasaan sederhana hingga menerapkan perilaku adaptif selama musim kemarau. Berikut diantaranya.
- Pakai air secukupnya saat beraktivitas
Penggunaan air dapat dikendalikan dengan mematikan keran saat tidak digunakan. Gunakan air secukupnya agar ketersediaan air bersih tetap bertahan selama musim kemarau berkepanjangan.
- Segera perbaiki pipa air yang bocor
Di tengah musim kemarau, hentikan kebiasaan mengabaikan pipa air yang bocor. Ketika pipa air bocor, air yang seharusnya mengalir ke tempat tujuan akan terbuang percuma. Memperbaiki pipa air yang bocor dapat membantu mencegah pemborosan air.
- Kurangi pemborosan makanan
Proses produksi makanan yang kita konsumsi menggunakan air. Mulai dari menanam hingga proses pengolahannya untuk dapat dikonsumsi. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan secukupnya dan tidak membuang makanan merupakan salah satu tindakan bijak menghemat air.
- Siram tanaman pada waktu yang tepat
Sirami tanaman pada pagi atau sore hari agar air tidak langsung menguap akibat paparan sinar matahari. Siram tanaman langsung pada bagian akar atau tanah agar air terserap ke area yang membutuhkan dan hindari menyiram tanaman dari bagian atas.
- Tampung air bekas
Menampung air bekas dapat dilakukan, misalnya, setelah mencuci pakaian, mencuci beras, atau kegiatan lainnya. Air bekas yang masih layak digunakan dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.
- Atur penggunaan mesin cuci
Cuci pakaian saat sudah terkumpul hingga memenuhi kapasitas mesin cuci. Dengan cara ini, penggunaan air dan listrik menjadi lebih efisien. Sebaliknya, mencuci pakaian sedikit demi sedikit menggunakan mesin cuci cenderung lebih membuang-buang air.
Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan kekeringan sehingga pasokan air bersih menjadi berkurang. Oleh karena itu, kita perlu menghemat penggunaan air selama musim kemarau, seperti menggunakan air secukupnya saat beraktivitas, segera memperbaiki pipa yang bocor, mengurangi pemborosan makanan, menyiram tanaman pada waktu yang tepat, menampung air bekas cucian untuk dimanfaatkan kembali, serta mengatur penggunaan mesin cuci.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-6759696/apa-penyebab-musim-kemarau-simak-penjelasan-dan-dampaknya
https://tirto.id/bagaimana-cara-menghemat-air-pada-musim-kemarau-gRzg
Sumber foto: Pixabay.com
Penulis: Alfya Zahra Zakia
Tinggalkan Balasan