Press ESC to close

Buka Pintu Baru Pemilihan Sema Dema-U, Mekanisme Masih Ditunggu

Sejak Desember 2022, Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengalami masa kekosongan. Musyawarah Organisasi Mahasiswa Institut (MOM-I) yang seharusnya menjadi forum regenerasi pada saat itu justru terhenti, dan status keberlanjutannya masih dinantikan hingga saat ini.

‎Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Rektor (Warek) III IAIN Metro pada saat itu, Mahrus As’ad, mengatakan sedang menunggu laporan progres dari kepengurusan Sema Dema-I sebelumnya. Ia juga mengatakan telah menghubungi Ketua Sema-I dan pengurus ‎lainnya melalui telepon via WhatsApp untuk audiensi. Namun, sampai saat itu belum ada satupun yang menemuinya.‎

‎Sementara itu, dalam Buletin Kronika edisi 46, Ketua Sema-I 2022 Ali Hasan, menjelaskan bahwa penundaan MOM-I pada awalnya dipicu persoalan teknis pada gedung yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Namun, tidak adanya tindak lanjut membuat Sema Dema-I mengalami kevakuman sejak saat itu dan berdampak pada melemahnya advokasi mahasiswa dan terputusnya kaderisasi.

Masa Baru Sema Dema Universitas

‎Memasuki masa transisi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila), Sema Dema hadir kembali dengan nomenklatur baru: Sema Dema Universitas (Sema Dema-U). Pembentukannya sempat tertahan karena belum rampungnya Organisasi Tata Kerja (Ortaker) sebagai dasar hukum.

“Sema Dema-U itu dibentuk oleh tim bidang 3, yakni Warek III dan Wakil Dekan (Wadek) III di ‎masing-masing fakultas,” papar Akla Warek III pada saat itu, dalam terbitan Buletin Kronika edisi 47, Rabu (05/10/25).

‎‎Kini, setelah Ortaker telah turun, pembentukan Sema Dema-U mulai direalisasikan. Namun, alih-alih menjawab kekosongan panjang, proses kemunculannya diwarnai polemik baru.

‎Komposisi delapan anggota panitia yang bertugas mengawal suksesi kepemimpinan mahasiswa tingkat universitas ini ditetapkan melalui mekanisme usulan dari pihak dekanat.

“Terkait delapan panitia pemilihan Sema dan Dema-U, mereka merupakan usulan langsung dari dekan masing-masing fakultas,” ungkap salah seorang narasumber saat dikonfirmasi di Kampus I, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga:  Harapkan Lulusan Berakhlak Baik dan Bertauhid Kokoh, Pada Yudisum FUAD ‎Periode II

Jika merujuk pada Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 Bab VI tentang Panitia Pemilihan Mahasiswa (PPM) poin dua (2), disebutkan bahwa anggota PPM mestinya diusulkan oleh Sema-U dan disahkan oleh Rektor. Namun, saat ini posisi kepengurusan Sema-U masih mengalami kekosongan.

Jelang Pemungutan Suara

‎Hari pemungutan suara diagendakan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 29-30 April 2026, di Gedung Academic Center (GAC) Kampus II UIN Jusila. Namun, aturan main pemilihan masih belum diketahui secara pasti.

Hingga saat ini, pihak terkait belum merilis teknis pemilihan maupun siapa saja kandidat yang akan bertarung di panggung Sema Dema-U. “Untuk mekanisme pemilihan dan persyaratan pencalonan nanti menunggu info resmi, sekarang belum bisa kami publikasikan,” imbuhnya.‎

Upaya untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai proses pemilihan Sema Dema-U juga terhambat. Pihak Kronika sebelumnya telah melakukan konfirmasi berulang kepada Aria Septi Anggaira selaku Warek III saat ini. Namun, hingga berita ini ditulis, Warek III tersebut belum dapat ditemui karena sedang menjalankan agenda dinas di luar kota.

‎Aturan main pemilihan Sema Dema-U tahun ini masih dalam tahap penantian seiring belum terbitnya regulasi yang mendetail di muka publik. Belum adanya Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksana (Juklak) yang resmi memicu pertanyaan di kalangan mahasiswa terkait teknis pelaksanaan pemilihan yang dijadwalkan pekan ini.

Untuk itu, Redaksi akan terus mengikuti perkembangan informasi terkait hal tersebut. Sebab di tengah waktu yang kian sempit, mahasiswa kini dihadapkan pada satu pertanyaan krusial: apakah kebangkitan Sema Dema-U akan menjadi awal perbaikan, atau justru mengulang persoalan lama dalam wajah baru?‎

Reporter: Redaksi Kronika

Ilustrasi: Dok.Kronika/Rehan

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *