
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) mengadakan Musyawarah Pemilihan Ketua Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U). Mengusung tema “Kongres Kebangkitan: Merumuskan Arah Baru Sema Universitas Sebagai Episentrum Gerakan Mahasiswa”, acara tersebut dilaksanakan di Ruang Teater, Lantai II, Gedung Academic Center (GAC), UIN Jusila, Rabu (29/04/2026).
Turut hadir Wakil Rektor (Warek) III Aria Septi Anggaira, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Siti Annisah, Wakil Dekan (Wadek) III FTIK Ahmad Subhan Roza, serta perwakilan delegasi mahasiswa di setiap program studi (prodi).
Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meregenerasi kepengurusan Sema-U UIN Jusila yang sempat vakum selama lebih dari tiga tahun. Meski mekanisme pemilihannya belum diketahui secara pasti, proses tersebut terpantau masih berlangsung hingga saat ini secara tertutup, dan hanya dihadiri oleh perwakilan delegasi dalam ruang permilihan.
Wafid Muhammad Izza selaku Ketua Panitia Pemilihan Mahasiswa (PPM) dalam sambutannya mengatakan bahwa seluruh peserta terdiri 28 orang perwakilan fakultas di UIN Jusila, “28 perwakilan fakultas. Fakultass yang kurang dari lima (Prodi, red.) mengirimkan dua (perwakilan),” ujarnya.
Selain itu, Aria Septi Anggaira dalam sambutannya menekankan bahwa proses pemilihan harus dilakukan secara demokratis demi menghindari terjadinya kericuhan.
“Sema Dema-U bukan hanya seremoni, tetapi menetapkan siapa ketua dan kepengurusan yang akan duduk di Sema dan Dema-U. Bagaimana bisa belajar melakukan demokrasi secara benar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan agar pemilihan dilakukan secara sportif dan damai. “Tunjukan kepada civitas academica bahwa mahasiswa UIN Jusila melaksanakan demokrasi yang sehat, jujur, dan terbuka,” jelasnya.
Ia menyoroti vakumnya Sema Dema-U pada tahun sebelumnya menunjukan belum terbentuknya demokrasi dengan baik. “Mari kita tegakan kembali demokrasi di kampus kita, calon pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Ia berharap terbentuknya kembali Sema dan Dema-U dapat melahirkan sosok pemimpin yang selaras dengan visi UIN Jusila. “Harapan saya, memiliki jiwa kepemimpinan yang jujur, beriman sesuai dengan tagline kita, yaitu berintegritas, bermoral, berakhlakul karimah, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” harapnya.
Sementara itu, proses pemilihan masih ditunda lantaran menunggu delegasi Sema dari Fakultas Syariah yang terkendala masalah administrasi, yakni belum adanya tanda tangan Dekan pada surat delegasi tersebut. Agenda direncanakan kembali berlanjut selepas waktu istirahat siang.
Reporter: Munir/Aufa/Rafi
Tinggalkan Balasan