Press ESC to close

‎Dema-U UIN Jusila Gelar Raker, Harapkan Langkah Progresif Organisasi

‎Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) mengadakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dengan mengusung tema “Merumuskan Tendensi Langkah Menuju Dema yang Progresif”. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang 1.4 Lt. 1, Gedung Maskawaih, Kampus I, UIN Jusila, Jumat (19/06/2026).

‎Turut hadir Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Aria Septi Anggaira, serta perwakilan dari unsur Organisasi Mahasiswa (Ormawa), mulai dari Senat Mahasiswa (Sema) dan Dema tingkat Fakultas, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta 31 tamu undangan lainnya di lingkup UIN Jusila.

‎Aria Septi Anggaira dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang mewakili aspirasi mahasiswa serta memperkuat kolaborasi, terutama antara Dema-U dan seluruh Ormawa yang ada di kampus.

“Tentunya akan menghasilkan program kerja yang dapat mewakili aspirasi teman-teman mahasiswa, karena harapannya juga Dema menjadi wadah kolaborasi antar Ormawa, juga kepada kampus UIN Jusila,” ujarnya.

blank
Warek III, Aria Septi Anggaira dalam Sambutannya pada Raker Dema-U, Jumat (19/6/2026)

‎Ia juga menyampaikan, bahwa antara aktivisme dan akademik harus saling berkesinambungan. “Keseimbangan antara keduanya akan menjadikan kegiatan-kegiatan Ormawa lebih sukses dan berhasil, karena adanya keseimbangan aktivisme dan juga akademik,” ungkapnya.

‎Perubahan Lokasi Pembukaan

Sementara itu, Ketua Dema-U Satrio Setiawan menyampaikan, bahwa sempat terjadi perubahan tempat pelaksanaan kegiatan Raker secara mendadak.

“Terkait dengan perpindahan tempat yang dikabarkan secara mendadak, dikarenakan regulasi dari pihak rektorat yang seketika berubah,” ujarnya.

blank
Ketua Dema-U, Satrio Setiawan dalam Sambutannya pada Raker Dema-U, Jumat (19/6/2026)

‎Ia juga menyampaikan bahwa Gedung Akademik Center (GAC) yang awalnya menjadi lokasi pembukaannya acara, dialihfungsikan pada pihak lainnya, sehingga Ormawa tidak diperbolehkan lagi menggunakannya.

“Pada hari Rabu, GAC dialihfungsikan menjadi milik Pascasarjana. Maka setelah adanya hasil rapat itu, kita tidak diperbolehkan untuk menggunakan GAC lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, ‎Ketua Pelaksana Naufal Hafidz Rizqillah, mengatakan bahwa kegiatan Raker bukan hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga wadah untuk saling bertukar ide dan mencari solusi.

Baca Juga:  FestJur Kronika 2023, Tumbuhkan Jiwa Jurnalis Muda

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi wadah untuk bertukar ide, berdiskusi, dan mencari solusi demi kemajuan organisasi,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyelenggarakan program kerja selama satu periode penuh. “Menyusun progam kerja dan arah kebijakan organisasi selama satu periode ke depan,” jelasnya.

‎Tanggapan Peserta

Sementara itu, ‎tanggapan juga datang dari Rausyan Jauhari, mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI’24). Ia mengucapkan terima kasih kepada anggota yang telah menghadiri kegiatan Raker. “Terima kasih bagi yang sudah datang, tanpa kalian kegiatan ini tidak akan berjalan,” ucapnya.

‎Ia juga berharap agar pihak universitas memberikan fasilitas yang lebih layak dan lengkap untuk menunjang setiap kegiatan mahasiswa.

“Kemarin kami sudah melakukan persiapan di GAC sejak malam. Namun, saat acara akan dimulai, kami justru tidak diperbolehkan menggunakannya. Semoga ke depannya kami diberikan ruang yang lebih layak lagi,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Fauzia Azzahra, mahasiswa Tadris Pendidikan Agama Islam (PAI’25). Ia menyampaikan harapan agar ke depannya kegiatan berjalan lebih kondusif dan tidak menyepelekan waktu.

“Keterlambatan waktu yang harusnya jam 07:30 tetapi dimulainya jam 8 lebih. Semoga ke depannya lebih kondusif dan tidak menyepelekan waktu,” ujarnya.

‎Ia juga berharap komunikasi lebih diutamakan agar tidak membingungkan pihak lain. “Pada saat ada miskomunikasi segera diinformasikan, dikarenakan pada saat sudah datang di tempat yang tertera diundang, ternyata tidak ada orang,” jelasnya.

Reporter: Anggi/Mutia

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *