
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila), kembali menggelar Energi Positif (Enpos) Jilid IV 2026 melalui pameran fotografi hingga buletin, serta dimeriahkan dengan pementasan drama teater bertajuk ‘Hati Suhita’. Bertempat di Aula Kecamatan Metro Timur 15A, Sabtu malam (20/06/2026), mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah Manajemen Teater, Fotografi Jurnalistik, serta Reportase Media Cetak, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK) UIN Jusila, serta mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. Acara tersebut merupakan kolaborasi dua kelas mahasiswa KPI angkatan 2024 dan melibatkan 34 mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan musik, dilanjutkan dengan pementasan teater, serta dimeriahkan dengan pameran fotografi dan karya buletin di area depan gedung.
Adapun kegiatan tersebut berfokus pada pencapaian pembelajaran tiga mata kuliah Manajemen Teater, Fotografi Jurnalistik, dan Reportase Media Cetak bagi mahasiswa KPI angkatan 2024.
Dheo Yar Revanza mewakili Ketua Pelaksana, menekankan bahwa melalui acara tersebut, mahasiswa KPI tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh ke dalam karya nyata.
“Ilmu yang diperoleh ke dalam karya nyata yang bisa dinikmati dan apresiasi oleh masyarakat dan seluruh tamu yang datang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dheo menjelaskan bahwa acara tersebut tidak hanya menampilkan pementasan teater, tetapi juga menghadirkan pameran fotografi dan karya lainnya dari mahasiswa KPI.
“Selain itu kami juga menghadirkan pameran fotografi jurnalistik yang mengangkat potret kehidupan dan realitas sosial melalui sudut pandang visual,” imbuhnya.
Selain penampilan teater dan pameran fotografi jurnalistik, acara tersebut juga menampilkan karya buletin hasil karya mahasiswa KPI. “Ada juga pameran buletin yang memuat berbagai produk reportase media cetak,” ungkapnya.
Salah satu penonton acara Rahmat Ardiansyah, menilai pementasan pada malam itu berlangsung cukup baik, terutama mengingat sebagian besar penyelenggara masih tergolong awam dalam pementasan teater dan waktu persiapan yang relatif singkat.
“Untuk acara malam hari ini cukup bagus. Dengan orang-orang yang masih awam terkait pementasan seperti ini dan juga persiapan yang tidak begitu lama, hasilnya sudah cukup baik,” tuturnya.
Ia juga memberikan harapan agar acara seperti ini dapat selalu terlaksana setiap tahunnya. “Semoga acara tersebut bisa berlanjut dengan baik ditahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Tanggapan juga datang dari penonton lainnya, Bukhori Rizki Baihaki. Ia menilai antusiasme para tamu yang hadir dalam acara tersebut sangat tinggi, sehingga suasana malam itu terasa meriah.
“Tanggapannya sangat luar biasa, antusias penonton juga luar biasa, begitu juga dengan akting dan pendalaman karakternya. Dari berbagai aspek, pementasan kali ini bahkan lebih baik dari sebelumnya dan mampu menghidupkan kembali segmentasi teater,” ujarnya.
Bukhori juga turut menyampaikan harapannya agar acara tersebut dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku seni melalui karya-karya yang ditampilkan. Ia berharap kegiatan serupa ke depan mampu mendorong lahirnya kreativitas dan karya orisinal dari mahasiswa.
“Ke depannya diharapkan dapat membuat suatu karya alami dari mahasiswa, tanpa mengadaptasi suatu karya yang sudah tertulis,” tuturnya.
Penonton lainnya, Muhammad Rehan Alfiasraf, juga turut menyaksikan jalannya acara tersebut. Menurutnya, acara tersebut sangat menarik untuk ditonton dan layak untuk terus dilanjutkan pada masa mendatang.
”Mengenai acara malam ini sangat menarik, sangat bagus, dan harus dilanjutkan untuk ke depannya karena dari teater ini banyak memberi motivasi, bukan hanya dari acaranya saja, tetapi juga dari kerja sama tim dalam waktu kurang lebih satu bulan yang mampu menampilkan pertunjukan dengan totalitas,” ucapnya.
Rehan juga menyampaikan harapannya agar acara teater tersebut dapat terus berlanjut pada generasi berikutnya serta mampu memberikan motivasi bagi para penonton yang hadir. “Harapannya bisa dilanjutkan ke depannya karena bisa memotivasi kepada peserta yang menonton,” jelasnya.
Reporter: Hilman/Rafi
Tinggalkan Balasan