Press ESC to close

Duta Kampus 2026: Representasi Kampus di Tengah Sorotan Transparansi Pemilihan

“Dari awalnya kepanitiaan itu hanya beberapa pihak, kemudian diambil alih Bidang Tiga dan diakomodasi dari berbagai unsur, termasuk mahasiswa dan organisasi mahasiswa,” jelasnya.

‎Dari sisi pendanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pemilihan Duta Kampus tahun ini mulai diakomodasi oleh lembaga meski dengan anggaran terbatas.

Kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah panitia yang dapat dilibatkan karena penambahan panitia berpotensi membuat anggaran membengkak.

“Kalau tahun yang lalu itu juga lepas ya, tidak ada RAB, tidak ada beranggaran. Kalau tahun ini beranggaran, walaupun minimalis, tetapi sudah mulai diakomodir oleh lembaga,” ujarnya.

‎Persyaratan dan Sosialisasi Duta Kampus Ikut Disorot

‎Salah satu narasumber lain yang mengetahui jalannya kepanitiaan, turut menyoroti mekanisme perekrutan, terutama perubahan persyaratan setelah perpanjangan masa pendaftaran, mulai dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Sementara hingga kewajiban mengumpulkan video perkenalan.

‎Menurut keterangannya, sejumlah peserta yang mendaftar setelah perpanjangan tetap lolos meski tidak mengumpulkan video, berbeda dengan pendaftar awal yang telah memenuhi persyaratan tersebut.

Baca Juga:  Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah: Inspirasi Kepemimpinan Inklusif di UIN Jusila‎

“Orang-orang yang sudah daftar duluan, mereka sudah effort bikin video sebagus itu. Menurut saya, effort-nya mereka bikin video memang bener-bener effort, loh,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (07/10/2026).

‎Ia juga menilai sosialisasi kepada mahasiswa dan ormawa terutama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), belum optimal. Menurutnya, pendekatan langsung kepada HMPS dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus mendorong minat mahasiswa untuk mengikuti pemilihan.

“Harusnya menurut saya, Duta itu dia sosialisasi ke HMPS, sosialisasi ke mahasiswa-mahasiswa. Supaya apa? Supaya mereka, tuh ada yang mendaftar gitu,” ungkapnya.

‎Pendanaan dan Kerja Sama Dipertanyakan

‎Melanjutkan keterangannya, dalam hal pendanaan, Warek III diketahui memilih untuk memaksimalkan anggaran internal kampus ketimbang bergantung pada pihak sponsor.‎

“Mereka sudah dapat uang Rp31 juta dari kampus, ya, dari dana yang dipotong dari kegiatannya Bu WR,” paparnya.

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *