
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar Kajian Tiga Bulanan dengan mengusung tema “Memaknai Keutamaan Bulan Dzulhijah untuk Meningkatkan Keimanan”, bertempat di Ruang Syaifuddin Zuhri, Gedung Rektorat, Kampus I, UIN Jusila pada Rabu siang (20/05/2026).
Dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jusila, Ida Umami, serta mengundang Guru Besar UIN Jusila Enizar sebagai pemateri utama. Turut hadir Ketua DWP UIN Jusila Masnawati Ali Yudiyanto beserta jajaran pengurus, tamu undangan majelis taklim sekitar kampus, dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Jusila.
Kegiatan tersebut merupakan Kajian Tiga Bulanan dari bidang pendidikan DWP agar menambah wawasan peserta terkait keutamaan bulan Dzulhijah. Melalui kajian tersebut, peserta diharapkan dapat memahami keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah serta memanfaatkannya dengan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan yang bermanfaat.
Dalam sambutannya, Ida Umami mengajak peserta memahami makna berkurban sebagaimana diperintahkan dalam Surah Al-Kausar serta menekankan bahwa salat dan kurban merupakan bagian dari inti kebaikan bagi umat Muslim.
”Allah memerintah kita untuk salat dan berkurban, jadi dalam ayat ini Allah mensejajarkan antara salat dan berkurban sama-sama menjadi inti dari kebaikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa makna kurban tidak hanya sebatas menyembelih hewan, tetapi juga mengorbankan sifat buruk dalam diri, seperti ego, iri, dengki, dan dendam agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Di sisi lain, Enizar dalam materinya menjelaskan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan Dzulhijah seperti puasa, sedekah, dan kurban, serta pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah dan memahami hadis dengan baik.
“Amalan yang paling baik adalah amalan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Di dalamnya berkumpul induk-induk ibadah seperti salat, puasa, sedekah, dan haji,” ujarnya dalam materi kajian.
Sementara itu, Masnawati Ali Yudiyanto menyampaikan jika setiap kegiatan yang diselenggarakan DWP ditujukan untuk menambah ilmu dan pemahaman peserta melalui narasumber yang kompeten, sehingga setiap amalan dan aktivitas yang dilakukan memiliki dasar ilmu yang jelas.
”Ketika kita mengadakan sesuatu, meminta ilmu dari narasumber yang insyaallah berkompeten, karena kita ingin apa pun yang kita lakukan itu berdasarkan ilmu dan pemahaman, sehingga semangat dalam melakukannya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah semangat peserta dalam menjalani bulan Dzulhijah, dengan memperbanyak amalan dan ibadah terbaik yang dapat dilakukan.
”Mudah-mudahan setelah mengikuti acara ini kita makin mantap menjalani bulan Dzulhijah dengan amalan-amalan terbaik yang bisa kita lakukan,” harapnya.
Salah seorang peserta kegiatan, Roswati, menanggapi bahwa kegiatan tersebut merupakan hal yang positif. Namun, ia menyayangkan waktu yang dinilai sangat singkat. “Ya bagus karena kita memang perlu siraman rohani, cuma karena waktunya saja jadi nggak bisa lama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut rutin diadakan dan dirinya dapat kembali membersamai acara tersebut. “Kalau bisa beberapa bulan sekali diadakan dan diundang,” tambahnya.
Ketua Majelis Taklim Anisa, Siti Muamanah, turut menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum yang baik untuk mendapatkan pengetahuan terkait keutamaan bulan Dzulhijah.
”Tentunya ini momen yang tidak boleh kita sia-siakan untuk mengamalkan amalan saleh yang bisa kita lakukan. Insyaallah sangat bermanfaat sekali untuk kita sebagai umat muslim,” terangnya.
Siti Muamanah juga berharap ke depannya majelis taklim dapat kembali diundang, mengingat kajian tersebut dapat menambah wawasan ilmu agama.
”Sebagai seorang muslim, kita tentu tidak berhenti belajar walaupun sudah tidak bersekolah lagi, tetapi insyaallah ilmu yang kita pelajari itu akan sampai akhir hayat,” tutupnya.
Reporter: Habibila/Sasi
Tinggalkan Balasan