Press ESC to close

Hasil Akreditasi Belum Juga Terbit, UIN Jusila Fokus Sinkronisasi Data

Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sebelumnya berstatus sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Alih bentuk dari institut menjadi universitas tersebut mengakibatkan kampus harus menunggu hasil akreditasi setelah asesmen lapangan yang dilaksanakan pada September 2025. Saat ini, pihak kampus sedang melengkapi sejumlah catatan teknis dari tim penilai.

‎Proses penantian hasil akreditasi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh civitas academica, mengingat hasil tersebut akan berdampak langsung pada berbagai agenda akademik, termasuk kelancaran administrasi dan penerbitan ijazah. Pada tahap ini, universitas berada dalam fase menunggu hasil akreditasi sebagai bagian dari penyesuaian pasca alih bentuk.

Penjelasan Pihak Lembaga

‎‎Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dedi Irwansyah, mengatakan seluruh dokumen akreditasi telah diserahkan dan proses penilaian sudah berjalan sesuai tahapan.

‎“Akreditasi kampus sudah dikumpulkan dan sudah dilakukan asesmen lapangan sekitar September 2025. Sekarang kami tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (24/02/2026).

‎Ia menjelaskan, pada 13 Februari 2026 dirinya bersama tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melawat ke Jakarta guna berkonsultasi dengan sejumlah pihak kementrian dan lembaga akreditasi terkait. “Memang ada dua hal teknis yang perlu kami lengkapi dan saat ini sedang kami selesaikan,” ucapnya.

‎‎Ia juga menuturkan kampus telah menerima catatan evaluasi melalui sistem penilai. Catatan tersebut tidak tampil di layar internal kampus, tetapi dapat diakses melalui super admin di laman Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), sehingga dapat menjadi acuan perbaikan. “Dari situ kami tahu apa yang harus dilakukan,” sambungnya.

Ia mengakui adanya kendala berupa perbedaan data pada Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT). Pada sistem SAPTO, prodi tersebut tercatat sudah terakreditasi, sedangkan di sistem BAN-PT statusnya masih belum terakreditasi, sehingga diperlukan sinkronisasi ulang.

‎‎Dedi berharap hasil akreditasi dapat terbit dalam waktu dekat agar proses administrasi wisuda ke depan dapat berjalan lancar. ‎“Kami berharap Februari ini sudah ada hasil konkret supaya Maret bisa wisuda dan ijazah mahasiswa yang wisuda Agustus 2025 dapat segera diterbitkan,” harapnya.

‎Ia menegaskan keterlambatan bukan unsur kesengajaan. Pihak kampus, terus melakukan koordinasi dan mempublikasikan setiap perkembangan sebagai bentuk transparansi.

Baca Juga:  Taaruf Generasi Matematika Untuk menghadapi Era Milenial

Tanggapan Mahasiswa

‎‎Menanggapi akreditasi kampus yang masih berstatus menunggu, Lailatul Khoiriyah, mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI’25), menyampakan jjka perubahan status dari IAIN Metro menjadi UIN Jusila diharapkan dapat membuka peluang untuk memperbaiki mutu akademik dan peningkatan akreditasi. “Semoga setelah menjadi UIN Jusila, akreditasinya bisa jauh lebih baik dari saat menjadi IAIN Metro,” ujarnya.

‎Ia juga menaruh harapan besar pada peningkatan fasilitas serta sistem pembelajaran. Ia menilai kedua aspek tersebut menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas pendidikan mahasiswa, terutama dalam menghadapi tuntutan dunia akademik yang makin kompetitif. “Semoga fasilitas dan sistem pembelajaran bisa jauh lebih baik lagi,” tambahnya.

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Galang Irawan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI’25). Ia menilai perubahan status kelembagaan tersebut bukan sekadar pergantian nama, melainkan transformasi menyeluruh pada sistem dan cakupan keilmuan kampus.

“Transformasi ini bukan hanya mengubah soal nama, tetapi perubahan sistem tata kelola dan cakupan keilmuan. Dengan adanya akreditasi ini, menurut saya sistem yang ada di kampus bisa lebih berkembang dan terakreditasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa proses perubahan kelembagaan bukan hal mudah karena membutuhkan waktu panjang dan usaha berkelanjutan dari berbagai pihak kampus. Ia berharap setelah bertransformasi kampus mampu meningkatkan kualitas secara menyeluruh.

“Harapan saya setelah bertransformasi menjadi UIN Jusila, kampus dapat meningkatkan akreditasi prodi, mencetak lulusan yang kompetitif dan berakhlak, serta menjadi pusat peradaban Islam modern dan kampus yang dikenal oleh seluruh dunia, bahkan bisa masuk top 10 besar di Indonesia,” tuturnya.

Pendapat lain disampaikan oleh Victia Ramadhani, mahasiswa Tadris Matematika (TMTK’25). Menurutnya, proses akreditasi adalah langkah strategis bagi kemajuan institusi.

“Menurut saya, proses akreditasi ini adalah langkah yang sangat penting bagi kampus karena bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan citra kampus agar lebih dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap proses penilaian dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi institusi. “Saya berharap proses akreditasi ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan akreditasi yang unggul, sehingga bisa menciptakan lingkungan akademik yang baik dan berdaya saing,” tambahnya.

‎Reporter: Riska/Sasi

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *