
Kerusakan habitat juga menjadi faktor utama yang membuat populasi harimau sumatra semakin berkurang. Kehilangan habitat mengakibatkan harimau sumatra kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung.
Hal ini memaksa mereka mendekati permukiman manusia dan sering kali berakhir dalam konflik dengan manusia.
4. Badak Jawa
Badak Jawa saat ini menjadi salah satu mamalia paling langka di dunia. Populasinya hanya tersisa di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Jumlahnya yang sangat sedikit membuat Badak Jawa sangat rentan terhadap penyakit, bencana alam, maupun perubahan lingkungan sehingga membutuhkan perlindungan yang berkelanjutan.
5. Anoa dan Tarsius
Di Pulau Sulawesi juga terdapat berbagai satwa yang dilindungi, seperti anoa dan tarsius. Anoa merupakan hewan yang bentuknya mirip dengan kerbau, namun memiliki kaki yang lebih pendek.
Hewan ini hidup di hutan Sulawesi, sedangkan tarsius dikenal sebagai primata kecil dengan mata besar yang aktif pada malam hari, jari-jarinya menyerupai jari manusia, dan telinga mungil di sisi kepalanya.
Kedua satwa ini merupakan hewan yang terancam punah karena perburuan dan kerusakan habitat akibat aktivitas manusia.
6. Jalak Bali
Jalak Bali merupakan salah satu burung yang dilindungi keberadaannya di Indonesia dan paling terancam punah. Burung dengan bulu putih dan jambul khas ini hanya hidup secara alami di Pulau Bali.
Burung ini ditemukan pada tahun 1910 oleh Walter Rothschild. Perburuan liar menjadi penyebab utama penurunan populasinya. Selain itu, perkembangbiakan yang sangat lambat membuat pemulihan populasinya membutuhkan waktu yang panjang.
Ancaman terhadap satwa liar di Indonesia tidak hanya terjadi pada beberapa spesies tersebut. Menurut laporan World Wide Fund for Nature (WWF) melalui Living Planet Report 2024, rata-rata populasi satwa liar di dunia telah mengalami penurunan sekitar 73% sejak tahun 1970.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa banyak satwa masih terancam punah, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan.
Keberadaan satwa yang dilindungi merupakan warisan alam yang tidak ternilai. Kasus tapir di Lampung menjadi bukti bahwa ancaman terhadap satwa liar masih terjadi di sekitar kita.
Apabila kejadian ini terus berlangsung, Indonesia tidak hanya kehilangan kekayaan keanekaragaman hayati, tetapi juga kehilangan bagian penting dari identitas bangsa.
Oleh karena itu, menjaga kelestarian satwa liar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi, melainkan juga kewajiban seluruh masyarakat agar kekayaan hayati Indonesia tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Penulis: Anggi Alrima N.
Sumber Rujukan:
https://www.kompas.com/sains/read/2026/07/03/101112223/tapir-viral-di-lampung-disembelih-warga-padahal-hampir-punah-di-dunia?page=all
https://www.eigeradventure.com/blog/hewan-endemik-indonesia/
https://www.detik.com/bali/berita/d-7350623/10-hewan-yang-sudah-terancam-punah-ada-jalak-bali/amp
https://amp.kompas.com/tren/read/2025/08/07/121500965/wwf-ungkap-10-satwa-paling-terancam-punah-5-ada-di-indonesia
Sumber Foto: magnific.com
Tinggalkan Balasan