Press ESC to close

Mangrove Goes To Campus 2026: Penanaman Mangrove Hingga Talkshow Multi-Stakeholder

Kegiatan Mangrove Goes to Campus yang diinisiasi oleh Forestry Engineering Student Association (Foresta), Program Studi (Prodi) Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera (Itera) sukses diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, di kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Foresta sebagai penerima dana hibah Direktorat Rehabilitasi Mangrove ini mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir Lampung.

Latar Belakang Kegiatan

Ekosistem mangrove di wilayah pesisir Pesawaran menghadapi tekanan yang terus meningkat akibat konversi lahan, pencemaran, dan perubahan iklim. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Direktorat Rehabilitasi Mangrove memberikan kepercayaan kepada Foresta melalui skema dana hibah untuk melaksanakan program rehabilitasi mangrove yang melibatkan perguruan tinggi dan komunitas lokal.

Program Mangrove Goes to Campus dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga sebagai sarana edukasi, advokasi, dan penguatan kapasitas yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat pesisir.

Rangkaian Kegiatan
1. Penanaman Mangrove

Seluruh peserta kegiatan yang terdiri dari mahasiswa Prodi Rekayasa Kehutanan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Cuku Nyinyi. Kegiatan ini menjadi simbol nyata komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan terhadap kelestarian ekosistem pesisir.

2. Talkshow Multi-Stakeholder

Sesi talkshow menghadirkan para pemateri kompeten dari tiga unsur utama: akademisi, pemerintah, dan praktisi. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat tema rehabilitasi mangrove, kebijakan pengelolaan pesisir, serta peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam. Para pemateri memberikan perspektif yang komprehensif sehingga memperkaya wawasan seluruh peserta.

Baca Juga:  Salah Kaprah Penggunaan Istilah ‘Demisioner’ di Kalangan Aktivis Mahasiswa
Peserta dan Tamu Undangan

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting serta pemangku kepentingan dari berbagai lembaga, antara lain:

  • Perwakilan Direktorat Rehabilitasi Mangrove
  • Perwakilan (Mangrove for Coastal Resilience (M4CR)
  • Perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih Way Sekampung
  • Perangkat Desa Sidodadi
  • Pengurus dan Anggota KTH Bina Jaya Lestari
  • Koordinator Program Studi Rekayasa Kehutanan
  • Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Rekayasa Kehutanan
  • Para Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan
  • Mahasiswa dan Mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan (sebagai peserta utama)
  • Tamu undangan dari berbagai instansi terkaitblank
Dukungan Kelembagaan

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh dari Direktorat Rehabilitasi Mangrove selaku pemberi dana hibah, yang mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas Foresta dalam mengelola program rehabilitasi yang berdampak nyata. Kolaborasi dengan M4CR, BPDAS Way Seputih Way Sekampung, dan KTH Bina Jaya Lestari memperkuat pendekatan pengelolaan berbasis masyarakat (community-based management) yang menjadi pilar program ini.

Harapan dan Tindak Lanjut

Melalui kegiatan Mangrove Goes to Campus, Foresta berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap ekosistem mangrove sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas lokal.

Program ini diharapkan menjadi model replikasi rehabilitasi mangrove berbasis partisipasi aktif mahasiswa yang dapat diterapkan di daerah pesisir lain di Indonesia. Keberhasilan kegiatan ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove di kawasan Pesawaran serta berkontribusi pada target nasional rehabilitasi mangrove yang telah dicanangkan pemerintah.

Kontributor: Humas Foresta Itera

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *