
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro, menggelar acara Sosialisasi dan Edukasi Lelang dalam rangka memperingati 118 Tahun Lelang Indonesia. Kegiatan tersebut mengusung tema “Ruang Kuliah Cari Ilmu, Ruang Lelang Cari Peluang”, berlangsung di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, pada Rabu (10/06/2026).
Dihadiri oleh Rektor UIN Jusila Ida Umami beserta jajarannya, Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Windraty Ariane Siallagan, Pelelang Ahli Pertama KPKNL Metro Meyzar Ahmad, dan Pejabat Lelang Kelas II Wilayah Lampung Yoga Adi Nugroho.
Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat dan pegawai DJKN-KPKNL lainnya, serta seluruh unsur civitas academica UIN Jusila yang turut meramaikan jalannya acara.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Jusila Ida Umami menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya edukasi lelang yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di lingkungan UIN Jusila.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan baru terkait mekanisme lelang resmi.
“Saya sebagai rektor menerima dengan amat sangat bahagia, karena edukasi lelang baru pertama kali ini dilakukan di UIN Jurai Siwo Lampung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang telah mendaftarkan akun lelang dan mengikuti rangkaian kegiatan.
Menurutnya, lelang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat.
“Kalau di dalam kelas kita mendapatkan ilmu, dan di ruang lelang kita semua dapat peluang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Windraty Ariane Siallagan, menilai kampus berkewajiban membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan yang relevan, seperti pengelolaan aset negara dan pelayanan publik.
Sinergi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendongkrak kompetensi mahasiswa melalui ilmu-ilmu baru. “Kolaborasi ini merupakan langkah positif karena menghadirkan perspektif yang selama ini belum banyak dikenal di lingkungan kampus,” tuturnya.

Pelelang Ahli Pertama KPKNL Metro Meyzar Ahmad menjelaskan bahwa kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Lelang ke-118 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk peringatan 118 tahun hadirnya lelang di Indonesia.
Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sistem lelang resmi kepada mahasiswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui lelang.
“Kami ingin mengenalkan lelang resmi yang dikelola pemerintah serta mengedukasi mahasiswa sebagai tonggak peradaban dan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Meyzar Ahmad berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi lelang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai lelang resmi yang dikelola pemerintah.
“Kami harapkan sosialisasi ini dapat dilakukan secara masif. Selain mengenalkan lelang resmi yang dikelola pemerintah, kami juga ingin mengedukasi civitas academica dan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan lelang,” ujarnya.
Kegiatan lelang tersebut merupakan hasil kolaborasi atau sumbangsih dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, dan Bank Eka.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam penyediaan barang-barang yang akan dilelang. Seluruh hasil lelang amal akan disalurkan kepada Ma’had UIN Jusila melalui rekening masjid.
Melalui kegiatan ini, DJKN berharap literasi lelang di kalangan mahasiswa makin meningkat serta mampu mencegah masyarakat dari berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan lelang resmi.
Tanggapan Peserta Lelang
Salah satu peserta lelang, Agung Tri Septiano, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI ’25), mengaku kegiatan tersebut berlangsung menarik dan memberikan pengalaman baru baginya.
Menurutnya, barang-barang yang dilelang memiliki kualitas yang baik dengan harga yang masih terjangkau bagi mahasiswa.
“Acaranya seru dan menarik. Barang-barang yang dilelang juga bagus serta harganya cukup terjangkau,” ujarnya.
Ia berharap hasil lelang amal dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai tujuan yang telah ditetapkan dan kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga uangnya digunakan untuk yang lebih baik. Kalau bisa acara ini diadakan untuk tahun-tahun berikutnya,” harapnya.
Tanggapan juga disampaikan oleh Satrio Setiawan, mahasiswa Ekonomi Syariah (ESI’23). Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai lelang dan mekanismenya sehingga dapat menjadi bekal di masa mendatang.
“Untuk acara ini tentunya merupakan acara yang bagus bagi mahasiswa, karena di sini mahasiswa bisa mengenal apa itu lelang dan bagaimana tata caranya, supaya bisa menjadi bekal untuk ke depannya agar tidak hanya tahu secara teoritis. Namun, juga bisa mengaktualisasikannya mendatang,” terangnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar makin banyak mahasiswa yang memperoleh pemahaman dan pengalaman langsung mengenai mekanisme lelang resmi yang dikelola pemerintah.
Reporter: Haya/Hilman
Tinggalkan Balasan