Press ESC to close

Nusantara Youth Expo 2026 Jadi Ruang Kreativitas dan Pengembangan Potensi Pemuda

Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Metro (DKM) dan Komunitas Zona Inspirasi Pemuda (ZIP) menyelenggarakan Nusantara Youth Expo 2026 dengan tema “Pemuda Bersatu, Pemuda Berkarya, Indonesia Berdaya”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Senin (2/11/2026).

‎Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor (Warek) I Dedi Irwansyah, Warek II Yudiyanto, Warek III Aria Septi Anggaira, Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) Win Hartan, serta Kepala Bagian Akademik dan Umum (AU) S. Efendi.

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Albarra Sarbaini, Panitia Pelaksana Sholihin Utjok, CEO On Point Media Zulfikar Mufti, tamu undangan lainnya, serta peserta acara dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum.

‎Nusantara Youth Expo 2026 menghadirkan sejumlah rangkaian acara, mulai dari Creative Competition, Youth Leader Forum, hingga Talkshow Inspiratif bertajuk “Youth & Economy”.

Selain itu, terdapat Panggung Seni & Teatrikal Kolaboratif yang memberikan kesempatan kepada pemuda untuk menampilkan kreativitas di bidang seni.

‎Di sisi lain, kegiatan juga menghadirkan Youth Expo & Pameran Kreatif dengan melibatkan sejumlah stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjejer di bagian samping lokasi acara.

Kehadiran stan tersebut turut meramaikan kegiatan sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

‎Dalam sambutannya, Dedi Irwansyah menyambut hangat para peserta di UIN Jusila yang ia sebut sebagai wadah untuk mengasah potensi diri dengan tetap memegang teguh nilai moralitas dan integritas.

“Rekan-rekan mahasiswa, selamat datang di kampus yang menjunjung tinggi moralitas dan integritas untuk memperkaya potensi yang ada,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyelipkan pesan moral melalui bait puisi karya tokoh Islam mengenai pentingnya memprakarsai perubahan dari lingkup terdekat. Menurutnya, pembenahan skala besar tidak akan terwujud tanpa diawali dari lingkungan sekitar.

“’Aku ingin mengubah bumi, tetapi ternyata mengubah dunia itu sulit sekali. Karena tidak mungkin mengubah dunia, aku memutuskan mengubah negaraku sendiri,’” tutur Dedi mengutip bait puisi tersebut.

‎Sementara itu, Sholihin Utjok menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga mengingatkan generasi muda akan pentingnya mempelajari bahasa daerah maupun bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

‎“Mempelajari bahasa asing bukan berarti kita menghilangkan makna Sumpah Pemuda. Justru, kita perlu mengenal berbagai bahasa tanpa melupakan identitas dan bahasa persatuan kita,” ungkapnya.

Baca Juga:  Anniversary dan Wisuda Purna XXV UKK Pramuka

‎Lebih lanjut, Sholihin menuturkan bahwa Nusantara memiliki kekayaan dalam keberagaman agama, suku, dan bahasa. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.

‎”Melalui kegiatan ini, Zona Inspirasi berharap generasi muda makin terbuka terhadap keberagaman, memiliki wawasan yang luas, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan sebagaimana nilai-nilai yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda,” tuturnya.

Sementara itu, CEO On Point Media Zulfikar Mufti dalam sambutannya, mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas dan berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Saya ingin mengajak generasi muda untuk terus berinovasi dan menjadi bagian dari generasi emas,” terangnya.

‎Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana acara berlangsung meriah dengan kehadiran peserta dari berbagai kalangan.blank

‎”Kegiatan ini sangat meriah dan diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kalangan. Ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, cukup besar dalam mengikuti kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

‎Zulfikar berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, membangun kreativitas, serta menjalin hubungan dengan berbagai kalangan.

‎”Harapannya, generasi muda semakin termotivasi untuk berani berinovasi, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa,” tuturnya.

‎Tanggapan positif datang dari salah satu peserta, Alvina Kamil Idrus, mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS’26).

Ia menilai kegiatan tersebut berlangsung meriah dan memberikan pengalaman menarik melalui berbagai rangkaian acara yang melibatkan peserta secara aktif.

‎”Menurut saya, acara Nusantara Youth Expo tadi seru dan berlangsung dengan baik. Banyak keseruan dalam rangkaian acaranya, salah satunya ketika peserta saling berebut menjawab kuis yang diberikan oleh narasumber,” ungkapnya.

‎Alvina juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang dinilai memiliki pengalaman dan wawasan luas, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Menurutnya, pengalaman yang dibagikan para narasumber dapat menjadi tambahan pengetahuan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

‎”Narasumber yang dihadirkan juga merupakan tokoh-tokoh hebat yang memiliki berbagai pengalaman di dunia pendidikan dan ekonomi. Hal tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan dan belajar dari pengalaman mereka,” tuturnya.

‎Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat.

‎”Semoga pemuda Indonesia dapat terus berkembang, kreatif, dan produktif, baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. Dengan begitu, cita-cita Indonesia Emas dapat benar-benar terwujud,” harapnya.

‎Reporter: Rafi/Syifa

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *