Press ESC to close

Perpustakaan Bait Al-Hikmah UIN Jusila Gelar Bedah Buku, Bahas Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Digital

Perpustakaan Bait Al-Hikmah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) berkolaborasi dengan Agree Media Publishing menggelar kegiatan bedah buku dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan berlangsung di Ruang Inspiring Library, Perpustakaan Bait Al-Hikmah, UIN Jusila, pada Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) I Dedi Irwansyah yang mewakili Rektor UIN Jusila, Kepala Perpustakaan Bait Al-Hikmah Aan Gufroni, Manajer Agree Media Publishing Oriza Agustin, Komunitas Kawan Terang, dan perwakilan Duta Kampus.

Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa UIN Jusila serta siswa-siswi umum dari SMA dan SMK di Kota Metro, dengan menghadirkan dua pemateri bedah buku, yaitu Fajar Prasetya yang membahas buku Metode Pendidikan Karakter, dan Karomah yang membahas buku Cara Asyik Mengajar Lewat Media Sosial.

Dalam sambutannya, Dedi Irwansyah menceritakan pengalamannya semasa sekolah saat bertemu dengan guru matematika yang humanis dan mampu menumbuhkan kecintaannya terhadap pelajaran tersebut.

“Karakter seorang guru itu sangat memengaruhi siswa. Saya bertemu dengan guru matematika yang sangat humanis dan tidak marah-marah. Sejak saat itu, saya menjadi cinta matematika,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya universitas untuk meningkatkan minat baca di tengah menurunnya budaya literasi.

“Kami mewakili universitas menyadari betul bahwa kegiatan bedah buku di tengah keringnya literasi dan merosotnya minat baca merupakan kegiatan yang positif,” ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Aan Gufroni menyampaikan, bahwa kegiatan bedah buku kali ini membahas dua buku yang memiliki pesan saling melengkapi, yakni pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan.

“Hari ini kita mendiskusikan dua buku menarik yang pesannya saling melengkapi. Buku pertama membahas pentingnya pendidikan karakter dalam pendidikan, sedangkan buku kedua mengajak kita untuk mengetahui cara asyik mengajar melalui media sosial,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang makin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi, termasuk dalam penggunaan metode pembelajaran.

“Teknologi sekarang berkembang dengan cepat, sehingga metode pembelajaran juga harus berkembang. Metode pembelajaran boleh berubah, tetapi nilai-nilai moral dan karakter harus tetap menjadi landasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aan Gufroni berharap kegiatan bedah buku tersebut dapat mendorong perkembangan budaya literasi serta membantu peserta menerapkan gagasan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang bertanggung jawab dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, saya berharap budaya literasi makin berkembang dan gagasan-gagasan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Baca Juga:  Menwa Batalyon 205 Gagak Wulung Metro Gelar Kompetisi Lempar Pisau Se-Lampung

Tari Eka Miyanti selaku Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menyelenggarakan berbagai acara untuk memperingati hari-hari besar sepanjang tahun.

“Tujuan kegiatan ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Untuk tahun ini, kegiatan seperti ini memang baru dilaksanakan kali ini karena sebelumnya ada banyak kegiatan lain yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menarik lebih banyak peserta pada kesempatan berikutnya. “Harapannya, ke depan akan makin banyak lagi yang hadir, khususnya pelajar Kota Metro,” tuturnya.

Tanggapan juga datang dari Umi Karomah, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI’26). Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat menarik dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, terutama dalam membangun karakter serta menumbuhkan motivasi diri untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik.

“Menurut saya, acara bedah buku Metode Pendidikan Karakter dan Cara Asyik Mengajar Lewat Media Sosial ini sangatlah seru dan relevan. Kegiatan ini dapat membantu kita membangun karakter sekaligus memotivasi diri untuk terus melangkah ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan, memperoleh motivasi, serta memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi diri.

“Harapan saya, semoga Perpustakaan Bait Al-Hikmah terus istikamah mengadakan acara bedah buku seperti ini, dengan menghadirkan narasumber-narasumber lain yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi selanjutnya,” tutupnya.

Peserta lainnya, Nurhaliza Fatarani, siswa SMK Negeri 2 Metro, menilai kegiatan bedah buku efektif untuk meningkatkan minat baca karena peserta dapat berinteraksi langsung dengan penulis dan memahami isi buku secara lebih mendalam.

“Bedah buku itu langsung bertemu sama penulisnya, jadi kita tidak menebak-nebak. Misalnya, ada bagian yang kita tidak pahami, kita bisa berinteraksi langsung dengan penulisnya dan bertanya,” ujarnya.

Ia berharap membaca buku dapat memperkaya kosakata generasi muda sekaligus menumbuhkan minat baca agar wawasan dan pengetahuan tentang dunia makin luas.

“Semoga buku sebagai jendela ilmu dapat membantu generasi muda menemukan lebih banyak pengetahuan tentang dunia. Semoga buku juga bisa meresap ke hati anak-anak muda sehingga mereka makin tertarik untuk membaca,” harapnya.

Reporter: Habibila/Rafi

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *