
Gedung Academic Center (GAC) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) kembali mengalami kebocoran plafon setelah hujan deras mengguyur kawasan kampus pada Kamis (29/10/2026). Insiden tersebut terjadi di area dalam aula saat waktu istirahat siang dalam rangkaian kegiatan perlombaan berlangsung.
Sejumlah remahan material plafon tampak berserakan di lantai, sementara beberapa panitia terlihat membersihkan area sekitar agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.
Berdasarkan keterangan salah satu saksi mata, insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat hujan deras berlangsung, listrik di dalam ruangan tiba-tiba padam, kemudian kepingan plafon jatuh tidak lama setelahnya.
“Sekitar jam 1-an siang, saat hujan deras, tiba-tiba lampu mati dan tidak lama kemudian kepingan plafon jatuh,” ungkapnya.
Ia menyayangkan kejadian tersebut karena berlangsung ketika kegiatan masih berjalan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan orang-orang yang berada di dalam aula.
“Apalagi kejadian ini cukup mengganggu jalannya perlombaan dan tentunya membuat kami khawatir dengan kondisi keamanan di dalam ruangan,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, kepingan plafon yang jatuh berada di dekat bagian plafon yang sebelumnya telah diperbaiki. Kerusakan yang terlihat saat kejadian meliputi kebocoran dan jatuhnya kepingan material plafon.
“Sangat disayangkan kejadian seperti ini terjadi di tengah-tengah kegiatan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Ia berharap pihak kampus memberikan perhatian lebih terhadap kondisi bangunan, terutama pada bagian yang berpotensi mengalami kerusakan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Harapannya, ke depannya kondisi bangunan bisa lebih diperhatikan dan diperbaiki dengan baik supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” tuturnya.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Rektor II UIN Jusila Yudianto, memberikan konfirmasi daring saat dibuhungi Kronika pada Kamis malam (29/10/2026). Ia menyampaikan bahwa setiap kebocoran yang terjadi akan ditindaklanjuti dan pemeliharaan fasilitas kampus terus dilakukan.
“Ya, setiap kebocoran insyaallah segera ditindaklanjuti. Setiap hari pemeliharaan semua gedung dan sarana lainnya terus dilakukan oleh kampus,” ujar Wakil Rektor II.
Kebocoran di GAC bukan kali pertama menjadi sorotan. Sebelumnya, Kronika telah memberitakan persoalan kebocoran di GAC dan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) pada 1 Oktober 2025 dalam berita berjudul “Baru Setahun Diresmikan, GKT dan GAC UIN Jusila Sudah Bocor”.
Dalam pemberitaan tersebut, pihak kampus melalui Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik pada tahun sebelumnya, menyatakan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap. Terkait penyebab kebocoran, pihak kampus saat itu belum dapat memastikannya dan menyebut kemungkinan adanya persoalan pada pemasangan atau tempias air hujan.
GAC sendiri merupakan salah satu gedung baru di lingkungan UIN Jusila yang diresmikan pada 14 Oktober 2024. Terjadinya kembali kebocoran di gedung tersebut menimbulkan perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas kampus, terlebih ketika kerusakan terjadi di tengah kegiatan yang melibatkan peserta dari pihak luar dan panitia.
Dengan adanya insiden ini, tindak lanjut terhadap kebocoran dan pemeriksaan kondisi plafon menjadi hal yang penting untuk memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna gedung. Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebocoran dan jatuhnya kepingan plafon dalam kejadian terbaru tersebut belum dapat dipastikan.
Reporter: Redaksi Kronika
Tinggalkan Balasan