
Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar Pengenalan Budaya Pesantren dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membentuk Mahasantri UIN Jurai Siwo Lampung yang Religius, Berkarakter, dan Berintegritas Melalui Budaya Pesantren”. Bertempat di Aula Gedung Academic Center (GAC) Kampus II, UIN Jusila, Jumat (16/10/2026).
Mewakili Rektor UIN Jusila, Wakil Rektor (Warek) II Yudianto hadir bersama Mudir Al-Jami’ah Taufid Hidayat Nazar. Selain itu, kegiatan tersebut turut menghadirkan pemateri dari Mudir Pondok Raudhatul Jannah Sidokerto Muhammad Fauzi Sholeh, dan akademisi Heru Diantoro.
Sekitar 200 peserta mahasiswa UIN Jusila hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, kampus juga melepas 16 santri angkatan 2025 serta melantik 10 santri baru Ma’had Al-Jami’ah 2026.
Dalam sambutannya, Taufid Hidayat Nazar menegaskan bahwa Ma’had menjadi gerbang awal bagi mahasiswa sebelum terjun ke organisasi, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
”Sudah banyak lulusan mahasantri yang berhasil berkiprah di organisasi kampus hingga menjadi Duta di berbagai program studi,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan bahwa mahasantri yang telah lulus akan mengikuti sejumlah perlombaan di kampus lain selama dua hari, tepatnya pada 17 hingga 18 Oktober 2026.
”Semoga mahasantri yang terpilih mengikuti perlombaan tersebut diberikan kelancaran dan meraih kemenangan, sehingga dapat membanggakan kampus tercinta kita,” tutupnya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut disampaikan dua materi seputar kesantrian, untuk membekali mahasiswa terkait pengetahuan dan akhlak Islami.
Dalam sesi pemaparan materi pertama, Muhammad Fauzi Sholeh menjelaskan pentingnya menjaga jati diri santri, meskipun telah meninggalkan pondok pesantren.
Ia juga menekankan bahwa prestasi akademik perlu diimbangi dengan nilai-nilai agama. “Kami sangat ingin melahirkan santri yang tawazun , menghadirkan lulusan UIN Jusila yang bahagia, dan memulai memperbaiki diri baik dari prestasi maupun agama,” harapnya.
Sesi pemaparan materi kedua dilanjutkan oleh Heru Diantoro yang membahas pentingnya adab, ilmu, dan pengamalan dalam membentuk karakter santri di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rencana pembangunan gedung Ma’had Al-Jami’ah yang nantinya diperuntukkan bagi mahasantri putra dan putri terpilih.
”Sudah ada rencana anggaran bangunan untuk membangun gedung Ma’had Al-Jamiah yang nantinya akan ditempati oleh santri putra dan putri terpilih dalam program tersebut,” jelasnya.
Mengenai kegiatan tersebut, tanggapan positif datang dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Biologi (TBIO’26), Fahma Nuril Fauziah. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi mahasiswa yang masih kurang lancar membaca Al-Qur’an.
”Semoga ke depannya Ma’had Al-Jamiah makin berkembang dan melahirkan mahasantri yang berprestasi dan berdedikasi tinggi,” tuturnya.
Senada dengan itu, Muhamad Khadik, salah satu mahasantri yang baru dilantik, mengaku ingin mengembangkan diri melalui kegiatan di pondok pesantren tersebut.
”Dengan terpilihnya saya menjadi bagian dari Ma’had Al-Jamiah, saya ingin menambah wawasan dengan ilmu-ilmu baru dan mengenal lebih jauh tentang pendidikan,” tutupnya.
Reporter : Anis/Arifin
Tinggalkan Balasan