Press ESC to close

Sebab UI GreenMetric, UIN Jusila Adakan 10 Unit Motor Listrik

Sejak mendapat peringkat ke empat di penghargaan UI GreenMetric tahun 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) tampak gencar menjalankan program UI GreenMetric untuk bersolek diri lebih baik.

Menunjukan sikap progresifnya, pihak kampus melalui pejabat pengadaan menyediakan kendaraan yang dinilai ramah lingkungan, berupa beberapa unit motor listrik.

‎‎Kronika menemui Mustakim, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Umum dan Layanan Akademik, serta sempat menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal pengadaan motor listrik di tahun sebelumnya.

“Rencana pengadaan motor listrik ini sudah ada sejak 2025. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung program UI GreenMetric di UIN Jusila,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (22/06/2026).

Sumber Anggaran dan Pendistribusian

Sementara itu, pengadaan motor listrik tersebut menggunakan anggaran dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada tahun 2025, sebesar kurang lebih 100 juta. “Yang 100 juta tadi untuk motor listrik,” tanggapnya.

DIPA sendiri adalah dokumen resmi yang berisi rincian alokasi dana dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang disahkan oleh Kementerian Keuangan. Dokumen ini menjadi pedoman dan dasar hukum bagi kampus untuk melakukan kegiatan operasional, belanja, dan pencairan dana.

Dari total anggaran tersebut, 10 motor listrik dibeli dan didistribusikan ke lingkungan kampus. Masing-masing fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah (FaSya), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan Pascasarjana, dengan masing-masing menerima satu unit. Sementara sisanya digunakan untuk satuan keamanan.

Untuk Menunjang UI GreenMetric

Ia turut menjelaskan, pengadaan motor listrik dilakukan oleh pejabat pengadaan melalui e-catalog dengan sistem kontrak, sementara proses pembayarannya dieksekusi oleh bidang pelaksana.

Baca Juga:  Kuliah Umum Bersama Telkomsel : Ciptakan Inovasi Baru Untuk Permudah Penelitian

“Karena nilainya di bawah 200 juta. Jadi yang adakan pejabat pengadaan. Pejabat pengadaan itu, pengadaannya melalui e-katalog, setelah itu kontrak. Nah, saya baru mengeksekusikan bayarannya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya hanya bersikap tegak lurus pada dokumen perencanaan yang ada. “Pengadaan dari perencanaan seperti itu, dan saya waktu itu sebagai pelaksana, sebagai PPK mau ngga mau melaksanakan apa yang menjadi tugas saya,” tambahnya.

‎Ia juga menjelaskan tujuan utama pengadaan motor listrik ini sebenarnya justru untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan operasional berbahan bakar, sebagai bentuk pemenuhan program UI GreenMetric.

“Untuk mengurangi emisi pembakaran, karena memang untuk GreenMetric itu. Di samping itu, untuk mobilitas sebenarnya, iya,” jelasnya.

Tanggapan Warga Kampus

Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Addy Prastiawan, salah satu satpam yang ada di Kampus II UIN Jusila, menyampaikan jika pengadaan motor listrik ini membantu untuk berpatroli keliling kampus. ‎

“Yang tadinya jalan kaki atau menggunakan motor pribadi, dengan adanya motor listrik sekarang lebih mudah, selain itu juga hemat BBM” ujarnya.

Tanggapan lainnya datang dari Zahra Ayu Safitri, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI’25). Ia mengkritisi skala prioritas lembaga dalam pengadaan barang yang ia nilai belum bermanfaat langsung bagi civitas academica.

“Bila masih banyak fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, wajar jika mahasiswa mempertanyakan mengapa dana sebesar itu dialokasikan untuk motor listrik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pengadaan motor listrik baru dapat dibenarkan apabila kebutuhan utama mahasiswa−seperti fasilitas pembelajaran yang layak, telah terpenuhi terlebih dahulu.

“Dengan begitu, mahasiswa dapat menilai apakah pengadaan tersebut memang layak atau justru ada kebutuhan lain yang seharusnya lebih diprioritaskan,” pungkasnya.

‎Reporter: Alfya/Hilman

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *