Press ESC to close

Self Reward: Menghargai Diri atau Bersikap Boros?

Di era sekarang, self reward menjadi kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah bekerja keras atau mengalami stres.

Namun, self reward juga sering dianggap sebagai perilaku boros karena sebagian orang melakukannya secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan.

Padahal, jika dilakukan dengan bijak, self reward dapat memberikan dampak positif, seperti meningkatkan semangat, menjaga kesehatan mental, dan membuat seseorang lebih menghargai usaha yang telah dilakukan.

Pengertian Self Reward

Self reward adalah tindakan memberi penghargaan kepada diri sendiri. Penghargaan tersebut dilakukan untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan karena telah melakukan suatu tindakan baik atau mencapai sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya.

Salah satu contoh paling sederhana adalah saat berhasil menyelesaikan tugas atau pekerjaan berat di kampus.

Alasan utama memberikan self reward karena setiap individu memang layak untuk menghargai dirinya sendiri. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan, tetapi juga usaha yang telah dilakukan, meskipun hasil yang didapat belum sesuai harapan.

Self reward merupakan bentuk penghargaan terhadap proses yang sudah dijalani karena setiap usaha tetap memiliki nilai meskipun tidak selalu berhasil.

Hal ini juga dapat memunculkan emosi positif yang membantu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta kebiasaan untuk lebih menghargai proses dalam kehidupan.

Manfaat Self Reward

Terdapat berbagai manfaat penting yang dapat diperoleh dari kebiasaan ini dalam proses pengembangan diri, yakni sebagai berikut:

1. Menguatkan Motivasi

Penghargaan terhadap diri sendiri dapat menjadi alasan yang baik untuk tetap termotivasi dalam mencapai tujuan.

Berdasarkan teori operant conditioning, perilaku yang diikuti oleh hasil menyenangkan cenderung akan diulang karena adanya dorongan untuk merasakan kembali hal tersebut.

Pemberian penghargaan kepada diri sendiri juga dapat menimbulkan perasaan bahagia yang kemudian meningkatkan motivasi, baik dalam pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

Dengan begitu, tekanan yang ada dapat berubah menjadi semangat untuk menyelesaikan tugas secara lebih efektif dan cepat.

2. Meningkatkan Produktivitas

Berdasarkan studi dalam Journal of Personality and Social Psychology, seseorang yang menerima penghargaan secara langsung setelah menyelesaikan tugas kecil cenderung memiliki minat dan rasa senang yang lebih tinggi dalam pekerjaannya dibandingkan dengan penghargaan yang diberikan di akhir tugas panjang.

Pemberian penghargaan setelah menyelesaikan pekerjaan juga dapat menumbuhkan perasaan senang yang berdampak pada meningkatnya produktivitas serta rasa puas terhadap hasil yang dicapai.

3. Baik untuk Kesehatan Mental

Memberikan penghargaan pada diri sendiri melalui hal-hal yang disukai dapat membantu mengurangi stres. Berkurangnya stres dapat membuat kesehatan mental menjadi lebih baik.

Oleh karena itu self reward juga dapat menjadi momen untuk beristirahat sejenak, baik secara fisik maupun mental.

Ketika Self Reward Berubah Menjadi Boros

Tujuan utama self reward memang sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa kontrol, kebiasaan ini dapat memicu pengeluaran yang tidak perlu sehingga berdampak buruk pada kondisi keuangan.

Contoh perilaku boros yang berkedok self reward:

  • Belanja online setiap gajian dengan alasan “hadiah diri sendiri”.
  • Jajan berlebihan setiap kali merasa lelah bekerja.
  • Nongkrong mewah tiap akhir pekan tanpa perhitungan.
  • Menggunakan uang tabungan demi memenuhi keinginan sesaat.
Baca Juga:  Akreditasi Perpustakaan Bait Al Hikmah, Harapkan Hasil Unggul
Dampak Boros Berkedok Self Reward

Jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan self reward dapat berdampak buruk terhadap kondisi keuangan.

Alih-alih memberikan rasa senang, hal tersebut justru dapat menimbulkan berbagai masalah baru. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan:

1. Keuangan menjadi tidak stabil

Jika setiap pengeluaran selalu dianggap sebagai bentuk self reward, seseorang dapat menjadi sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat membuat pengeluaran bulanan menjadi tidak terkontrol sehingga kondisi keuangan terganggu dan kebutuhan utama menjadi lebih sulitnterpenuhi.

2. Tabungan dan investasi menjadi terhambat

Self reward yang dilakukan secara berlebihan dapat membuat dana yang seharusnya digunakan untuk tabungan atau investasi habis untuk memenuhi keinginan sesaat.

Akibatnya, tujuan keuangan seperti menyiapkan dana darurat, membeli rumah, atau mencapai kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan menjadi lebih sulit tercapai.

3. Meningkatnya risiko utang konsumtif

Kebiasaan berbelanja di luar kemampuan sering mendorong penggunaan kartu kredit atau paylater. Awalnya terasa ringan, tetapi jika terus menumpuk tanpa perhitungan yang baik, hal ini dapat berubah menjadi utang konsumtif.

Kondisi tersebut tidak hanya menguras keuangan, tetapi juga dapat menimbulkan stres karena adanya kewajiban membayar cicilan di bulan-bulan berikutnya.

Cara Self Reward Terbaik untuk Diri Sendiri

Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog B.F. Skinner “Orang yang dihukum tidak akan hanya menghindari perilaku buruk, tetapi akan belajar cara untuk menghindari hukuman itu.”

Kata-kata tersebut menunjukan bahwa penghargaan terhadap diri bisa memperkuat kebiasaan baik dan dapat membuat lebih termotivasi. Berikut adalah cara melakukan self reward dengan baik untuk diri sendiri.

1. Memberi waktu untuk diri sendiri

Kadang, penting untuk mengingat bahwa beristirahat merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

Memberikan waktu untuk diri sendiri dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menikmati secangkir kopi sambil bersantai atau berjalan-jalan di taman.

Aktivitas yang memberikan ketenangan dan rasa rileks dapat membantu menjaga keseimbangan dalam hidup.

2. Liburan atau staycation

Tidak perlu pergi keluar negeri atau ke tempat yang jauh. Terkadang staycation atau berlibur di sekitar area rumah sudah cukup untuk merayakan pencapaian yang telah diraih.

Istirahat sejenak seperti ini dapat membantu mengurangi stres dan mengembalikan energi setelah beraktivitas.

3. Melakukan hobi yang disukai

Setiap orang memiliki hobi yang dapat memberikan kebahagiaan, seperti membaca buku, menggambar, dan bermain musk.

Meluangkan waktu untuk melakukan hobi tersebut merupakan bentuk penghargaan diri yang penting untuk menjaga kebahagiaan serta kesejahteraan mental.

Jadi, Bolehkah Self Reward?

Self reward merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri atas usaha yang telah dilakukan, baik saat berhasil maupun ketika menghadapi kegagalan.

Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan motivasi, mengurangi stres, serta menjaga kesehatan mental jika dilakukan dengan cara yang tepat.

Namun, self reward tetap perlu dibatasi agar tidak berubah menjadi perilaku konsumtif yang merugikan kondisi keuangan. Dengan pengelolaan yang bijak, self reward dapat menjadi cara efektif untuk menjaga keseimbangan antara usaha, istirahat, dan apresiasi diri

Penulis: Febrian

Sumber Rujukan:

  1. https://blog.skillacademy.com/self-reward-adalah
  2. https://blubybcadigital.id/blog/boros-berkedok-self-reward
  3. https://s1psikologi.unisayogya.ac.id/cara-self-reward-terbaik-untuk-diri-sendiri/

Sumber Gambar: magnific.com

 

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *