
Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila), untuk pertama kalinya menggelar Pemilihan dan Pengukuhan Duta FUAD 2026 dengan mengusung tema “Menempa Kompetensi Protokoler, Melahirkan Duta Fakultas yang Inspiratif”. Kegiatan perdana tersebut bertempat di Ruang Teater, Lantai II, Gedung Academic Center (GAC), UIN Jusila pada Rabu (24/06/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 22–24 Juni 2026, dimulai dengan penyampaian materi pada hari pertama, penampilan bakat dan minat peserta pada hari kedua, hingga pengukuhan duta terpilih pada hari ini. Sebanyak 35 peserta mengikuti proses pendaftaran dan seleksi, kemudian disaring menjadi 16 semifinalis yang melaju ke babak selanjutnya.
Hadir mewakili Rektor UIN Jusila, Wakil Rektor (Warek) II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan Yudiyanto, Wakil Dekan (Wadek) FUAD II Astuti Patminingsih, Wadek III Hemlan Elhany, serta sejumlah tamu undangan lainnya dan 15 finalis Duta FUAD.
Yudiyanto dalam sambutan menerangkan bahwa seluruh pihak perlu memahami cara menggali potensi mahasiswa agar mampu berkembang, produktif, dan terus meningkatkan prestasi. Menurutnya, setiap kesempatan perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan kualitas diri.
”Kita ketahui bahwa ke depan banyak mahasiswa yang perlu kita asah, yang perlu kita dorong untuk semakin maju, semakin produktif, semakin berprestasi dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Hemlan Elhany dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara Pemilihan Duta FUAD tersebut, sehingga para duta nantinya bisa membersamai kegiatan FUAD ke depan.
“Alhamdulillah hari ini adalah puncaknya kegiatan yang telah dilakukan dari hari Senin, kali ini finalis Duta FUAD dari enam prodi juga akan membersamai sosialisasi FUAD,” syukurnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif setiap prodi dengan mengirimkan perwakilan terbaiknya yang berasal dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Ilmu Hadis (ILHA), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, terpilih delapan finalis terbaik yang bersaing pada babak puncak. Hasil akhir menetapkan Babul Huda (ILHA’25) dan Rahmatul Safa’ah (KPI’25) sebagai Duta Fuad 2026. Sementara itu, Ronit Yuswaseno (PMI’25) bersama Rika Meilia Sari (PMI’25) berhasil meraih posisi runner-up Duta Fuad 2026.
Winner Duta FUAD 2026, Rahmatul Syafa’a, mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan potensi mahasiswa sekaligus mendukung kemajuan fakultas.
“Semoga dengan adanya Duta FUAD ini dapat mendukung pengembangan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Saya juga berharap dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Babul Huda yang turut terpilih sebagai Duta FUAD 2026. Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih bukan hanya miliknya sendiri, melainkan hasil kerja keras seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal.
”Saya bangga bisa menjadi Duta FUAD 2026. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh teman-teman yang telah berjuang dari awal hingga akhir kegiatan,” tuturnya.
Ia berharap kehadiran Duta FUAD mampu menjadi representasi terbaik mahasiswa FUAD dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang dimiliki mahasiswa harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal.
“Sebagai Duta FUAD, harapan saya mahasiswa mampu menampilkan versi terbaik dirinya untuk bangsa dan negara. Kita harus bangga dengan budaya Lampung, baik lagu, tarian, pakaian adat, maupun kearifan lokal yang ada,” pungkasnya.
Reporter: Habibila/Riska
Tinggalkan Balasan