
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar kegiatan Pembinaan dan Pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), dan Perilaku Seksual Mahasiswa Tahun 2026. Bertempat di Aula Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Jumat (30/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UIN Jusila Ida Umami didampingi Wakil Rektor (Warek) III Aria Septi Anggaira, para dosen dan tenaga kependidikan, serta diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi (prodi) di UIN Jusila.
Turut hadir sebagai pemateri, Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Timur Sigit Raharjo, anggota Polres Metro Iptu Lisma, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Metro Chandra Dinata, serta Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Siti Mustafiroh.
Pembahasan dalam kegiatan tersebut mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan peredaran gelap narkotika, pembangunan relasi yang sehat dan bertanggung jawab, serta edukasi mengenai perilaku seksual berisiko, dan penyimpangan seksual beserta dampaknya.
Dalam sambutannya, Ida Umami menyampaikan rencana pelaksanaan tes narkoba bagi mahasiswa semester satu sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus.
“Kalau bisa nanti direncanakan untuk mahasiswa semester satu untuk melakukan tes narkoba,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa yang hadir dapat menjadi perpanjangan informasi dengan menyampaikan materi dan edukasi yang diperoleh kepada mahasiswa lainnya.
“Jadi ini mewakili elemen kemahasiswaan. Nanti apa yang Bapak-Ibu pemateri sampaikan, akan sampai kepada mahasiswa yang lainnya,” tambahnya.
Memasuki sesi pemaparan materi, Sigit Raharjo menyampaikan materi mengenai “Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba”.
Ia menjelaskan, bahwa peredaran narkoba telah menjangkau wilayah perkotaan hingga pedesaan. Hal tersebut menjadi pengingat mahasiswa terhadap pengaruh pergaulan.
“Ajakan teman, kadang-kadang diajak rekan kalian, awalnya hanya coba-coba. ‘Pasti sekali pakai nanti saya bisa berhenti untuk menggunakan ataupun mengonsumsinya’,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa narkoba bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan. “Untuk kalian, apabila lari untuk menggunakan narkoba, tidak akan menyelesaikan masalah. Namun, akan menambah masalah kalian,” tegasnya.
Selanjutnya, Iptu Lisma menyampaikan materi “Bahaya dan Pencegahan NAPZA di Lingkungan Kampus UIN Metro”.
Ia mengajak mahasiswa berani menolak ajakan negatif dan memilih lingkungan pertemanan yang positif.
“Berani kita menolak, tidak apa dibilang cupu. Dari sekarang pilih teman lingkungan yang positif,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sembarangan menerima obat dari orang lain tanpa mengetahui jenisnya. “Pada saat ada yang memberikan obat, cari tahu obat ini apa yang dikasih,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Chandra Dinata dengan tema “Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)”.
Ia menjelaskan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap peredaran narkotika, termasuk modus transaksi melalui media sosial.
Di akhir pemaparannya, ia mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi narkoba dan fokus pada pendidikan serta cita-cita.
“Yang penting adalah adik-adik sekalian, hindari narkoba, jauhi narkoba. Fokus belajar, kejar cita-citamu, masih panjang perjalanan, jadi bagaimana membanggakan orang tua,” pesannya.
Materi terakhir disampaikan oleh Siti Mustafiroh dengan tema “Mencegah Perilaku Seksual Berisiko dan Membangun Relasi yang Sehat, Aman, serta Bertanggung Jawab”.
Ia mengingatkan mahasiswa agar bertanggung jawab atas setiap pilihan dan keputusan dalam kehidupan.
“Di usia dewasa ini, teman-teman juga diminta untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Bertanggung jawab dalam hal apa? Dalam hal apa pun,” jelasnya.
Sementara itu, Miftah Husniah, mahasiswa Tadris Matematika (TMTK ’25), menilai kegiatan tersebut berjalan lancar dan materi yang disampaikan mampu menambah wawasan mahasiswa.
”Materi yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan pemateri mengenai perlindungan seksual bisa membantu kami untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan menjalani hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh peserta serta membantu mengurangi penyalahgunaan narkoba.
“Harapannya, semoga apa yang sudah disampaikan dapat terlaksana dan dipahami oleh para peserta. Ke depannya, semoga hal ini bisa mengurangi atau meminimalkan jumlah orang yang mengonsumsi narkoba,” harapnya.
Salah satu peserta, Abdullah Yahya Al-Mubarok, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI ’26), menyambut baik kegiatan tersebut.
“Menurut saya, sangat bagus dan berguna. Materinya sangat berbobot bagi kita semua terutama mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk lebih sadar dan menghindari pergaulan bebas.
“Harapannya, dengan adanya pemaparan pada pagi sampai siang hari ini, bisa membuat kita sadar dan menghindari pergaulan bebas seperti tadi yang telah dijelaskan,” harapnya.
Reporter: Rafiq/Rian
Tinggalkan Balasan